Tag Archives: rahasia umur panjang

Jagalah Hati yang Tenang, Duduk Seperti Kura-Kura, Jalan Seperti Merpati dan Tidur Seperti Anjing

Jagalah hati yang tenang, duduk seperti kura-kura darat, jalan seperti merpati dan tidur seperti anjing, “‘Keep a quiet heart, sit like a tortoise, walk sprightly like a pigeon and sleep like a dog.’

Saya sudah uraikan satu per satu, dalam empat artikel, tetapi artikel ini saya tulis ulang sebagai rangkuman untuk membantu kita melihat kembali apa yang dimaksudkannya.

Dalam Universal Healing Tao System (UHTS) kita belajar banyak hubungan-hubungan antara hewan, organ tubuh, elemen bumi, konstelasi jagatraya, warna, bunyi, rasa, dan begitu rumit. Kita perdalam lagi empat hal di atas (!) hati tenang (2) kura-kura duduk (3) merpati jalan (4) anjing tidur.

Pertama adalah hati: Kendali dan Komando Tubuih ada di Hati

Hati dalam UHTS berwarna merah, sifatnya panas, emosinya marah, geram, kejam, dan untuk menetralisirnya kita harus menyiraminya dengan “senyum”.

Dalam Inner Smile dan Six Healing Sounds, kita lakukan senyuman-senyuman ke jantung dengan menaruh tangan di dada kita dan mengatakan kepada hati untuk tetap tenang.

Hati yang panas, begitu kita kaget, begitu kita marah, selalu kita harus pegang jantung kita, dan jangan lupa “SENYUM!” kepada jantung, senyum kepada jantung, dan senyumlah terus kepada jantung.

Katakan kepada jantung “It’s OK! Be happy! You are right!” dan tanam, siram, pupuk dan kembang-biak-kanlah senyum kepada jantung Anda.

Dari pusat komando dan pusat kendali, pusat emosi sana keluar kesejukan, ketenangan, cinta-kasih, dan kelemah-lembutan, maka perintah sang nenek-moyang menyuruh kita menjaga hati dengan tenang itu bisa terwujud.

Kedua, duduklah seperti kura-kura darat

Dalam praktek micro-cosmic orbit (orbit kosmik mikro) kita kenal satu gerakan dasar disebut “gerakan leher kura-kura). Saya pernah tanyakan kepada Grandmaster Mantak Chia, “Ini gerakan hampir sama dengan gerakan leher bebek, tetapi kenapa disebut kura-kura?”

Sang Grandmaster menjawab,

Tortoises in Taoist symbolism represent long life/immortality, happiness/equipoise through acceptance of reality, and earth elemental energy. It also is used in the major visual theme of Tortoise & Snake. The Tortoise shell is the representation of all the material plane and the snake is resting on it moving up into the air.

Jadi, arti kura-kura tidak sesederhana yang saya sangka. Ternyata maknanya mendalam. Terutama cara dia duduk menjadi pelajaran di banyak praktek Taoisme dan secara khusus UHTS. Gerakan ini telah saya gunakan berkali-kali dan saat saya melakukannya saya terbantu banyak dari sakit punggung dan rasa lelah.

Saat saya dudu kura-kura, saya rasakan lebih banyak energi mengalir ke atas, ke punggung, perut, leher, kepala, mahkota kepala.

Dalam Yoga dikenal dengan nama “Kundalini” dan dalam UHTS kita sebut sebagai Chi. Chi dalam bahasa sehari-hari saya sebut “daya”, sekeluarga dengan daya listrik, daya mengalir di dalam tubuh kita. Dengan duduk seperti kura-kura, saya temukan energi Chi mengalir lebih cepat dan lebih mudah.

Kalau energi mengalir dengan lancar dan mudah, maka secara otomatis berarti tubuh kita sehat. Mati kan artinya nafas berhenti, energi tidak mengalir, jadi kalau kita terbiasa mengalirkan energi dengan posisi kura-kura darat, kita niscaya mendapatkan umur panjang.

Ketiga, berjalan seperti merpati

Dalam pemahaman UHTS, atau secara umum dalam budaya China, merpati mewakili energi dasar. Secara umum merpati mewakili roh, perdamaian. Huruf China merpati melambangkan simbol Taoisme untuk merpati artinya energi dasar. Hubungannya ialah harmoni, gairah, energi, mentalitas, energi seksual, dan sejenisnya dalam praktek-praktek membangkitkan energi Kundalini.

Gerakan-gerakan Taoist seperti dalam Tai Chi, Tao Yin, Tao Yang, Chi Kung menunjukkan betapa gerakan-gerakan ini terjadi secara lincah dan harmoni, berdaya tinggi tetapi dipicu oleh daya elementer, daya bumi yang harmonis dengan daya tubuh kita.

Gerakan dan praktek yang dilakukan seperti merpati sangat membantu dalam menggerakan sendi-sendi, sum-sum dan gerakan tubuh kita. Dengan gerakan tubuh yang demikian, maka aliran chi di dalam tubuh kita menjadi merata, dan ini membantu usia kita menjadi panjang.

Keempat, tidur seperti anjing

Dalam pandangan saya, maksudnya ialah “tidurlah kapan saja, di mana saja anda merasa mengantuk dan bangunlah secepatnya kapan saja anda harus bangun!” Saya kira itulah cara tidur dan bangun dari anjing.

Di waktu pagi, kita seharusnya sudah bangun, sama seperti anjing bangun, dan melakukan gerakan-gerakan dan kegiatan-kegiatan untuk menghangatkan tubuh kita.

Banyak senam, gerakan dan praktek yang diajarkan yang bisa kita lakukan. Tetapi pada waktu kita merasa mengantuk,

ayo marilah kita tidur, dan mari kita tidur dengan pulas, dengan sepenuhnya, sama dengan cara tidur anjing dan bilamana kita bangun, mari bangun langsung, dan langsung beraktivitas, sama seperti anjing

***

Kesimpulannya, teruslah bermeditasi kapan saja, terutama setelah bangun dan sebelum tidur, lakukanlah Inner Smile dan Six Healing Sounds, menyanyi atau membaca, untuk menenangkan pikiran dan hati.

Biasakanlah dengan posisi duduk yang tepat, sehingga posisi duduk tidak menghambat aliran Chi, yang akan mengantarkan darah mengalir ke seluruh tubuh.

Pada saat melakukan kegiatan fisik, lakukanlah dengan gembira, tidak dengan mengeluh, bersusah hati. Bergiranglah selalu, karena dengan demikian semangat terpelihara.

Dan di manapun dan kapanpun, tetapi terutama di akhir dari hari, bilamana mau beristirahat, tidurlah dengan pulas dan bangunlah kapan saja.. Kapan saja mau tidur, tidurlah, kapan saja mau bangun, bangunlah. Belajarlah tidur dan bangun dari anji.

Tuhan, saya mohon kepada-Mu, berilah hamba-Mu umur panjang!

Rahasia ke-4 untuk Umur Panjang: “sleep like a dog.”

Rahasia ke-4 untuk umur panjang menurut “… and sleep like a dog”..

Anjing Sedang Tidur, tetapi Pada Saat yang Sama Tidak Tidur
Anjing Sedang Tidur, tetapi Pada Saat yang Sama Tidak Tidur

Jawaban terakhir atau keempat dari si Nenek-Moyang atas pertanyaan “Apa rahasia umur panjang?” ialah “sleep like a dog ” (Tidurlah seperti seekor anjing)

Tidur seperti anjing mengadung dua arti penting, sama-sama begitu penting untuk dipraktekkan dalam hidup kita sehari-hari. Pertama, meski secara fisik tidak aktif, semua indra terjaga. Mirip kura-kura duduk, tetapi tanpa metode pernapasan.

Yang kedua, tidur seperti anjing berarti, tidur kapan saja, tidak sulit tidur, tidur dengan mudah, bangun juga dengan semudah tidur.

Masyarakat modern sekarang mengalami kesulitan tidur menurut waktu alamiah di waktu malam, dan akibatnya juga kesulitan bangun di pagi hari.

Dalam UHTS kita melakukan orbit kosmik, inner smile, Six Healing Sounds dan gerakan-gerakan dasar dari Tao Yin untuk menenangkan tubuh dan menidurkan sistem tubuh kita. Dengan menidurkan sistem tubuh, maka tubuh kita sendiri secara otomatis akan “turn off”.

Saya tertarik dengan tulisan tentan pola tidur anjing seperti diuraikan berikut:

Anjing memiliki pola tidur yang sama seperti manusia. Ketika anjing Anda mulai tertidur, ia memasuki gelombang lambat atau fase tidur tenang. Ia sudah pada tahap tidak sadar dengan sekitarnya, napas melambat, tekanan darah dan suhu tubuh menurun dan denyut jantung menurun.

Setelah sekitar 10 menit, anjing akan masuk ke tahap tidur REM (rapid eye movement) atau tahap aktif tidur. Ia akan memutar matanya ke dalam kelopak mata yang tertutup, ia mungkin bisa menggonggong atau melolong atau menekuk kakinya. Selama tahap ini, aktifitas otak mirip dengan yang terlihat pada manusia saat tidur bermimpi, dan ini merupakan bukti bahwa anjing juga memiliki mimpi. Dalam “Mengapa Anjing Tidur Terlalu Banyak?” <https://anjingdijual.com/thread/1448/mengapa-anjing-sering-sekali-tidur>

Dari artikel ini terlihat jelas pola dan tahapan tidur anjing sama persis dengan manusia. Kalau begitu mengapak nenek-moyang usia 200 tahun lebih ini mengatakan kita malahan harus tidur seperti anjing, padahal memang anjing biasa tidur seperti manusia?

Jawabannya saya kembali lagi kepada jawaban saya di atas tadi, yaitu pretama kita tidak harus mengatur secara rigid jam tidur dan berapa jam kita tidur. Sebaiknya pada saat tubuh kita lelah, kita langsung tidur saja, tidak usah dipaksakan untuk bangun, tidak usah dijadwalkan. Sama dengan waktu makan dan waktu minum, kapan kita lapar atau haus sebenarnya kita makan atau minum saja, tanpa harus tunggu jam makan atau jam tidur. Demikianlah seharusnya kita lakukan.

Sama dengan anjing tidak punya jadwal jam tidur dan jam bangun, sama dengan anjing tidur kapan saja, di mana saja, demikianlah saya seharusnya tidur. “ya, itupun kalau saya mau berumur panjang!”

Latar Belakang

Ini artikel kedua dari jawaban nenek tua berumur 256 tahun seperti saya sudah sebutkan dalam blogKisah Kita Semua: (256 Years Old Man Breaks The Silence Before His Death And Reveals SHOCKING Secrets To The World)

Kalimat yang berisi RUMUS EMAS (Goldern Rules) untuk hidup berumur panjang ini keluar dari bibir sang nenek-moyang berusia duaratus tahun lebih ini pada saat ditanyakan oleh seorang penanya “Apa rahasia umur panjang?”

Dan jawabannya sungguh mengejutkan. Bukan Omega-3, bukan multi-vitamin, bukan makan baik-baik, tidak dikatakan makan banyak buah dan daun-daun, tidak juga barang-barang modern lainnya.

Kalau seorang barat di Amerika Serikat atau Inggris diajukan pertanyaan ini, dia kemungkinan besar akan menjawab, “Banyak makan daun-daunan, jauhi makan daging sama sekali, perbanyak minyak ikan, lakukan yoga tiap hari, …” dan sejenisnya.

Kalau saya tanyakan kepada orang di non-Barat, seperti di Malaysia, Indonesia, Papua New Guinea, Vanuatu, maka jawaban seperti “Ya, yang penting banyak beralam, banyak berdoa, perbayak sedekah, insya Allah, akan diberikan umur panjang!”

Si Nenek-Moyang ini memberikan empat jawaban (1) pertama, “keep a quiet heart“, (2) kedua, “sit like a tortoise“; (3) Ketiga, “walk sprightly like a pigeon” dan (4) keempat “sleep like a dog

[ini artikel terakhir adari 4 artikel: kembali ke artikel pertama]

“walk sprightly like a pigeon and sleep like a dog.”

” walk sprightly like a pigeon and sleep like a dog”..

walk sprightly like a pigeon
walk sprightly like a pigeon

Jawaban ketiga dari si Nenek-Moyang atas pertanyaan “Apa rahasia umur panjang?” ialah “berjalan-lah seperti seekor merpati ”

Bagaimana cara jalan merpati itu” Ia katakan “sprightly”, yaitu dengan “segar”, “riang”, “sigap”.

Berjalan seperti merpati adalah metode untuk menyerap energi bumi yang tersedia sepanjang masa. Dalam metode Chi Kung, cara berjalan ini dilakukan biasanya di pagi hari ketika embun masih banyak bermunculan di tanah.

Berjalan seperti merpati tidak sama dengan berjalan seperti seorang pastor dengan tongkat ujung miringnya sering jalan-jalan ke tempat-tempat keramaian di pagi atau sore hari, dengan sepanjang jalan bermuka sangat serius, dengan wajah jelas menunjukkan pikirannya lari ke arah lain, badannya lari ke tempat lain. Bukan seperti itu.

Bukan juga seperti para atlit yang mengenakan headphones dan memutar lagu-lagu disco dengan volume besar-besar lalu lari di tengah terik matahari.

Berjalan seperti merpati artinya dalam kondisi psikologis “kekinian” dan “ke-sini-an”, tidak memikirkan kemarin atau besok, tidak memikirkan ke-sana atau di sana, tetapi di sini, dan saat ini menjadi fokus. Apa yang dapat dilihat, dan apa yang dapat dinikmati saat ini di sini.

Ada satu artikel dalam blog ditulis seperti ini:

Pigeons pick up their feet when they move around, they don’t wear boots or shoes nor have hoofs, …, pigeons are constantly exercising. Necks and wings and feet. The little buggers are pretty quick, …. <https://www.sanurjewellerystudio.com/>

Merpati sering makan jari-jari mereka saat mereka berjalan-jalan, tidak mengenakan boots atau sepatu atau punya hoofs, mereka terus-menerus begerak. Leher, sayap dan kaki. Mereka bergerak begitu cepat pula.

Latar Belakang

Ini artikel kedua dari jawaban nenek tua berumur 256 tahun seperti saya sudah sebutkan dalam blogKisah Kita Semua: (256 Years Old Man Breaks The Silence Before His Death And Reveals SHOCKING Secrets To The World)

Kalimat yang berisi RUMUS EMAS (Goldern Rules) untuk hidup berumur panjang ini keluar dari bibir sang nenek-moyang berusia duaratus tahun lebih ini pada saat ditanyakan oleh seorang penanya “Apa rahasia umur panjang?”

Dan jawabannya sungguh mengejutkan. Bukan Omega-3, bukan multi-vitamin, bukan makan baik-baik, tidak dikatakan makan banyak buah dan daun-daun, tidak juga barang-barang modern lainnya.

Kalau seorang barat di Amerika Serikat atau Inggris diajukan pertanyaan ini, dia kemungkinan besar akan menjawab, “Banyak makan daun-daunan, jauhi makan daging sama sekali, perbanyak minyak ikan, lakukan yoga tiap hari, …” dan sejenisnya.

Kalau saya tanyakan kepada orang di non-Barat, seperti di Malaysia, Indonesia, Papua New Guinea, Vanuatu, maka jawaban seperti “Ya, yang penting banyak beralam, banyak berdoa, perbayak sedekah, insya Allah, akan diberikan umur panjang!”

Si Nenek-Moyang ini memberikan empat jawaban (1) pertama, “keep a quiet heart“, (2) kedua, “sit like a tortoise“; (3) Ketiga, “walk sprightly like a pigeon” dan (4) keempat “sleep like a dog

[bersambung ke artikel keempat/ terakhir]

“sit like a tortoise, walk sprightly like a pigeon and sleep like a dog.”

“…, sit like a tortoise, walk sprightly like a pigeon and sleep like a dog”..

Posisi Kepala Kura-Kura Pada Saat Duduk, sebelum Maju Rata Tanah lalu Diangkat
Posisi Kepala Kura-Kura1. Pada Saat Duduk, sebelum Maju Rata Tanah lalu Diangkat

Posisi pertama ialah kepala rata di atas tanah, lalu maju ke depan seperti di gambar 1 di atas. Setelah maju ke depan lalu ditarik mundur seperti dalam gambar 2 berikut:

Posisi Duduk Kura-Kura
Posisi Duduk Kura-Kura: 3. Kepala Kura-Kura Saat Ditarik Mundur
Kepala Kura-Kura
Kepala Kura-Kura Posisisi 3. Saat melakukan gerak maju ke depan

 

Jawaban kedua dari si Nenek-Moyang atas pertanyaan “Apa rahasia umur panjang?” ialah “duduklah seperti kura-kura darat”

Kedua, Duduk Seperti Kura-Kura

Ia mengatakan agar untuk hidup sehat kita  menirukan kura-kura yang tetap mengelola pernapasannya ketika duduk diam dan menarik semua indra, tetapi pikiran benar-benar terjaga. Ini metode regenerasi yang paling kuat, sehingga akan memperpanjang hidup.

Cara kura-kura bernafas ialah dengan memajukan kepalanya sambil menuju ke depan, dan menariknya sambil kembali duduk, maju, mundur, yaitu sebuah gerakan dari “orbit kosmik” seperti yang telah saya sebutkan dalam artikel lainnya.

Dengan orbit kosmik, kita lakukan gerakan, yaitu gerakan dengan fokus dan perhatian membawa keluar dan masuk nafas kita, dan membawanya dari kaki sampai ke kepala, lalu membawanya kembali, dengan aliran nafas dari depan naik ke atas, dari belakang turun, dari belakang naik, dari depan turun.

Dalam gerakan Cosmic Orbit sistem UHT disebut “Turtle Neck”. Cara menggerakkan seperti ini

  1. posisis duduk tegak lurus
  2. kepala maju ke depan dengan cara melipat perut, bukan dengan membawa kepala turun, tetapi dengan melihat perut, secara otomatis kepala akan turun saat perut dilipat. saat ini udara dikeluarkan dari perut.
  3. kepala turun sampai ke dekat tanah/ lantai
  4. kepala maju rata-rata lantai/ tanah
  5. setelah maju, kepala diangkat kembali dengan cara perut yang kembali  Udara yang tadi dikeluarkan dari perut dibuka supaya ia terisi udara secara otomatis,
  6. begitu terus secara berputar, putar dan putar.

Pernah lihat bebek berteriak bersama-sama saat orang datang mendekati mereka. Pada saat berteriak, kepala mereja menunduk, lalu maju ke depan sambil kepala menunduk ke tanah, lalu diangkat kembali sambil berteriak. Itulah bentuk gerakan “turtle neck”.

Selain gerakan ini, kita juga harus mencatat pernafasan kita haruslah “non-stop” dalam circle of breath”, yaitu pernafasan kita lakukan dalam lingkaran tak putus-putus. Nafas tidak ditahan saat ditarik, tidak ditahan setelah dilepaskan, tetapi terus-menerus bersambung.

Hal ketiga, saat pernafasan terjadi kura-kura tetap memperhatikan gerakan dan arah dari nafas dimaksud.

Duduk seperti kura-kura berarti bukan duduk seperti manusia di atas kursi dan sofa. Kalau di atas kursi, kita harusnya duduk dengan tulang ekor, dan sebagian depan di mana terdapat alat kelamin seharusnya menggantung, tidak kandas/ terkena di bangku/ kursi. Tujuannya supaya pergerakan energi dari keseluruhan tubuh tidak terhambat.

Kebiasaan menimpakan kaki yang satu terhadpa kaki lagi, saat bersila kaki sambil duduk di kursi juga sangat merugikan peredaran energi di dalam tubuh.

Duduk seperti kura-kura darat artinya memperhatikan ini semua, sambil kita melakukan pernafasan dengan penuh perhatian.

Latar Belakang

Ini artikel kedua dari jawaban nenek tua berumur 256 tahun seperti saya sudah sebutkan dalam blogKisah Kita Semua: (256 Years Old Man Breaks The Silence Before His Death And Reveals SHOCKING Secrets To The World)

Kalimat yang berisi RUMUS EMAS (Goldern Rules) untuk hidup berumur panjang ini keluar dari bibir sang nenek-moyang berusia duaratus tahun lebih ini pada saat ditanyakan oleh seorang penanya “Apa rahasia umur panjang?”

Dan jawabannya sungguh mengejutkan. Bukan Omega-3, bukan multi-vitamin, bukan makan baik-baik, tidak dikatakan makan banyak buah dan daun-daun, tidak juga barang-barang modern lainnya.

Kalau seorang barat di Amerika Serikat atau Inggris diajukan pertanyaan ini, dia kemungkinan besar akan menjawab, “Banyak makan daun-daunan, jauhi makan daging sama sekali, perbanyak minyak ikan, lakukan yoga tiap hari, …” dan sejenisnya.

Kalau saya tanyakan kepada orang di non-Barat, seperti di Malaysia, Indonesia, Papua New Guinea, Vanuatu, maka jawaban seperti “Ya, yang penting banyak beralam, banyak berdoa, perbayak sedekah, insya Allah, akan diberikan umur panjang!”

Si Nenek-Moyang ini memberikan empat jawaban (1) pertama, “keep a quiet heart“, (2) kedua, “sit like a tortoise“; (3) Ketiga, “walk sprightly like a pigeon” dan (4) keempat “sleep like a dog

[bersambung ke artikel ketiga dan keempat]

“Keep a quiet heart, sit like a tortoise, walk sprightly like a pigeon and sleep like a dog.”

“Keep a quiet heart, sit like a tortoise, walk sprightly like a pigeon and sleep like a dog”..

Keep Calm and Listen to Your Heart
Keep Calm and Listen to Your Heart

Artinya: jagalah hati tetap tenang, seperti kura-kura darat, jalanlah springhtly seperti merpati dan tidurlah seperti seekor anjing. Jawaban dari seorang Ibu berusia 256 tahun ini merupakan sebuah ungkapan yang telah saya terbitkan di artikel “Kisah Kita Semua” (256 Years Old Man Breaks The Silence Before His Death And Reveals SHOCKING Secrets To The World)

Kalimat yang berisi RUMUS EMAS (Goldern Rules) untuk hidup berumur panjang ini keluar dari bibir sang nenek-moyang berusia duaratus tahun lebih ini pada saat ditanyakan oleh seorang penanya “Apa rahasia umur panjang?”

Dan jawabannya sungguh mengejutkan. Bukan Omega-3, bukan multi-vitamin, bukan makan baik-baik, tidak dikatakan makan banyak buah dan daun-daun, tidak juga barang-barang modern lainnya.

Kalau seorang barat di Amerika Serikat atau Inggris diajukan pertanyaan ini, dia kemungkinan besar akan menjawab, “Banyak makan daun-daunan, jauhi makan daging sama sekali, perbanyak minyak ikan, lakukan yoga tiap hari, …” dan sejenisnya.

Kalau saya tanyakan kepada orang di non-Barat, seperti di Malaysia, Indonesia, Papua New Guinea, Vanuatu, maka jawaban seperti “Ya, yang penting banyak beralam, banyak berdoa, perbayak sedekah, insya Allah, akan diberikan umur panjang!”

Si Nenek-Moyang ini memberikan empat jawaban (1) pertama, “keep a quiet heart“, (2) kedua, “sit like a tortoise“; (3) Ketiga, “walk sprightly like a pigeon” dan (4) keempat “sleep like a dog

PERTAMA: Jagalah Hatimu “Tetap Tenang”

Apa artinya hati tetap tenang? Artinya hati kita jangan selalu memikirkan yang negatif, jangan selalu memarahi orang, jangan selalu mencurigai orang. Hati harus tenang artinya hati kita harus memikirkan hal-hal yang baik.

Dalam ajaran agama modern kita pasti akan diperintahkan untuk (1) selalu berdoa; (2) selalu pergi ke tempat ibadah, dan tidak melupakan sholat/ berdoa pagi, siang, sore, malam; (3) hafalkan ayat Kitab Suci, (4) Apapun yang terjadi pasrah kepada Tuhan, jangan mengeluh, dan sejenisnya.

Dalam masyarakat modern kita akan diberitahukan jawaban seperti ini, (1) perbanyak rekreasi, (2) jauhi diri dari alat-alat elektronik dan telepon waktu tidur/ di kamar tidur; (3) makan vitamin yang menenangkan hati, dan jangan lupa minum jus buah manggis segelas sehari; (4) terimalah semua yang terjadi sebagai pelung untuk maju dalam usaha-usaha yang dijalani, jangan berpikir tentang masalah, tetapi pikirkanlah tentang jalan-jalan keluar.

Hati-mu tetap tenang bukan berarti kita menjauhi kehidupan dan segala permasalahannya, tetapi berarti “menerima semuanya sebagaimana adanya” dan “secepatnya melewatinya”. Saya kira inilah cara yang paling bisa untuk menjaga “hati tetap tenang”. Bukan menghindari, bukan membius, bukan merekayasa hati, tetapi tetap menjaganya sederhana, menerima segalanya sebagaimana adanya, tetapi “harus cepat melupakannya“.

Bagaimana cara “Cepat melupakannya?”

Menaruh tangan di Jantung adalah cara praktis menenangkan nya
Menaruh tangan di Jantung adalah cara praktis menenangkan nya

Cara yang termudah dan tercepat ialah, “meletakkan tangan ke jantung” dan “tarik dan keluarkan nafas panjang-panjang”.

Secara alamiah kita lakukan ini, bukan? Kita selalu memegang dada kita secara otomatis, tanpa pelajaran yoga, UHTS atau penasehat kesehatan manapun, kita semua secara alamiah melakukan ini. Cuman kita perlu meningkatkannya menjadi sebuah praktek hidup sehari-hari saat mengalamai masalah kehidupan.

Sekali lagi orang-orang agama dan psikolog, pendidik dan psikiater akan memberikan jawaban yang lain, tetapi menurut Universal Healing Tao System (UHTS), kita menjaga hati kita dengan cara “menyambut, mengolah dan mendaur-ulang yang kita anggap sebagai hal-hal negatif, dan memperkaya hal-hal yang kita anggap positif” sehingga tidak ada positif berlebihan dan tidak ada negatif berlebihan juga, semuanya menjadi optimal dan seimbang.

Keseimbangan antara positif dengan negatif inilah yang disebut dengan “hati yang tenang”.

Keeping HealthyDalam UHTS terdapat paling dasar ada “Inner Smile” dan “Six Healint Saounds” serta cosmic orbits seperti yang saya sebutkan sebelumnya dalam blog Kisah Kita Semua.

“Keep a quiet heart” tidak berarti kita menghindari persoalan-persoalan hidup, tetapi menghadapinya dengan enteng, sebagai sebuah realitas kehidupan, tidak selalu melekat dan menempelkan diri kepada apa saja yang terjadi, apa saja yang kita miliki, yang kita dengar, yang kita rasakan, yang kita lihat.

Melakukan “orbit kosmik mikro” (micro-cosmic orbit) dan praktek UHTS lainnya membantu kita memfokuskan perhatian kita kepada organ yang ada di dalam tubuh kita sendiri, jagatraya yang sudah ada di dalam diri kita sendiri, realitas yang sesungguhnya sebagai pantulan dari realitas jagatraya makro.

Sumber ketengan hati ada di dalam “hati” itu sendiri, yaitu di dalam “jantung kita”. Dengan Inner Smile dan Six Healing Sounds kita secara langsung berurusan dengan “hati” dari sisi emosi, warna, elemen, bunyi, hewan, konstelasi dan warna mereka sehingga dengan semua aspek dan unsur ini, kita dapat menjaga hati kita tetap tenang.

Saya ulangi sekali lagi, selain melakukan ini, kita sendiri harus melatih hati kita, agar dengan mudah, dan dengan cepat-cepat melewati apa yang terjadi sebagai sebuah perjalanan hidup. Jangan berpikiran seperti ini

  • Kenapa ini terjadi
  • Saya tidak terima dengan ini
  • Seharusnya seperti ini boleh, kalau ini…
  • Siapa yang salah dalam hal ini, saya harus salahkan siapa…

Ini di antara pergumulan hati yang berlawanan dengan “hati tetap tenang”.

Orang-orang yang responsif, reaktif, pesimistk pasti tidak punya hati yang tenang, pasti selalu mencari-tahu kesalahan-kesalahan orang lain, pasti sulit melupakan apa yang telah terjadi barusan tadi.

Hidup kita seharusnya “mengalir saja”, tidak balik, tidak berhenti, tidak memutar, dia mengalir, ke manapun dia pergi, dari sisi waktu dan tempat.

[bersambung untuk jawaban kedua, ketiga dan keempat]