Pelajaran dari Tao Garden tentang Cara Makan yang Sehat

Ada dua pelajaran yang hendak saya berbagi dalam catatan ini, selain pelajaran pertama yang sudah saya bagikan tadi: yaitu tentang jadwal makan dan minum sesuai dengan “body-clock” yang sudah dipasang Sang Pencipta sejak kita terbentuk sebagai janin di kandungan ibu kita. Pertama ialah cara makan, dan kedua ialah jenis makanan

Dalam retreat ini kita makan pagi dengan satu buah apel, dua buah korma, 5 biji kacang tanah, teh jahe (tanpa gula tentunya) dan beberapa kapsul pembersih ginjal, liver dan usus. Makan siang adalah kacang kedelai, tomat kecil, air pembersih darah produk Unicity disebut Clhorophyle (rujuk ke toko PAPUAmart.com yang menjual semua produk Unicity). Sementara makan malam terdiri dari satu buah pear (pir) dan 5 biji kacang tanah, ditambah satu gelas teh pepaya mentah (jadi pepaya mentah direbus, dan airnya menjadi teh, bagus untuk pembersihan usus atau disebut colon cleansing).

Menurut Grandmaster Mantak Chia, dengan menu seperti ini, manusia bisa hidup sehat wala’fiat, dan malahan ini menu hidup sehat dan menu umur panjang.

Menurut apa yang saya alami di saat malam memang terasa sangat kepalaran, sampai-sampai saya hanya mengumpulkan banyak air liur di mulut, lalu menelan setelah air liur dikunyah beberapa kali, karena perut menerima air liur yang sudah dikunyah sebagai makanan. Saya lakukan ini atas petunjuk dari Grandmaster saya, dan ternyata memang benar, sepanjang 3 minggu, di malam hari bila lapar cukup saya telan air liuar yang sudah saya kunyah baik, sudah saya olah baik di mulut selama beberapa menit, lalu saya telan. Perut menerimanya sebagai makanan.

Hal kedua sangat teknis, tetapi begitu fundamental, kita harus mengunyah makanan sampai makanan menjadi cair di mulut. Menurut Mantak Chia, “Start digestion in your stomach, and hand over to stomach to continue the digestion process you have started in your mouth”. Kita mengunyah makanan yang saya sebutkan tadi, yang sangat sedikit tadi, sampai menjadi cair, benar-benar mencair, lalu mereka masuk sendiri lewat kerongkongan.

Ada ungkapan yang sering beliau ucapkan ialah “Drink Your Food, and Eat Your Liquid”. Maksudnya ialah kita minum air dan mengunyak air, bukan langsung menelan air. Kita makan sampai makanan mencair baru diizinkan masuk ke perut lewat kerongkongan dalam bentuk cairan makanan.

Kata Mantak Chia bahwa hasil dari pencernaan yang dibutuhkan tubuh ialah “Chi”, yaitu energi, atau daya. Daya inilah yang membuat seseorang atau sebuah organisme hidup. Jadi kalau tujuan dari makanan ialah untuk memberikan kekuatan kepada tubuh kita, maka kita sudah seharusnya pintar dan sudah seharusnya belajar untuk mengkonsumsi tenaga itu sendiri secara langsung daripada harus menelan makanan yang nantinya menghasilkan tenaga untuk kita hidup.

Cara mengkonsumsi “tenaga” “Chi” langsung ialah dengan mengunyah makanan sampai menjadi cair, dan meminum makanan, karena dalam proses pencairan makanan yang terjadi di mulut, terdapat proses kimiawi di mana oksigen dan nitrogen menjadi terperangkap dan terjadi fiksasi gas-gas dimaksud di dalam makanan yang kita kunyah di dalam mulut. Dengan oksigen dan nitrogen yang sudah “fixed” di dalam proses kunyah tadi kita masukkan ke dalam perut, maka perut akan menerimanya sebagai sebuah produk jadi yang dikirim, dan siap pakai. Tidak perlu di-dicerna lagi oleh perut, tetapi langsung dibagikan menurut kebutuhan tubuh.

Saat kita lapar dan lelah, kita makan dan minum akhirnya tenaga kita kembali dan kuat menjadi kuat lagi, bukan? Coba pikirkan kalau kita tahu cara mensuplai tenaga yang sudah siap pakai tanpa harus lewat pencernaan yang prosesnya lama? Kita akan hidup dengan penuh daya, walaupun tidak makan dan tidak minum. Itu boleh saya katakan sebagai target terakhir, tetapi kita harus terbiasa dan membiasakan diri makan dengan proses mengunyah yang mem-fix-kan oksigen, karena dengan demikian tubuh kita akan terbantu terbiasa meneruskannya kepada bagian organ yang membutuhkannya.

Semoga saja bermanfaat.

Source: Facebook.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *