Mengapa Google Menjadi Tempat Kerja Paling Membahagiakan?

Mengapa Google Menjadi Tempat Kerja Paling Membahagiakan? Ini salah satu rahasianya.

Google.com
Google.com

Gajinya besar, makan besar hingga cemilan gratis, disediakan tempat tidur siang, disediakan berbagai sarana olahraga dan games, desain kantornya keren banyak spot selfie.

Semua Itu memang bikin asyik kerja di google. Tapi ada satu hal yang nggak banyak orang tahu, yang membuat Google menjadi salah satu tempat kerja paling membahagiakan di planet ini.

Chad Meng, salah seorang insinyur, salah seorang assabiquunal awwaluun di Google (dia karyawan no 107) adalah otak yang merancang sebuah program utk menciptakan suasana membahagiakan di Google.

Dia menggagas sebuah program untuk karyawan google namanya Search Inside Yourself. Programnya banyak dan unik2. Tapi saya mau share satu aja yang menurut saya simple tapi sangat berguna.

Meng mengajarkan sebuah latihan pikiran selama 10 detik saja. Pikirkan dua orang yang ada di ruangan ini, lalu katakan dalam hati “Saya mendoakan dengan tulus agar si A bahagia, Saya mendoakan dengan tulus agar si B bahagia,”.

Latihan simpel ini ternyata telah mengubah banyak orang. Setiap orang yang sudah mempraktikkan ini akan tersenyum dan merasa lebih bahagia dibanding 10 detik yang lalu.

Meng pernah mengajarkan praktik ini di sebuah seminar pada selasa malam. Dia menyarankan kepada audiens untuk mempraktikkannya besok saat kerja. 10 detik setiap jam. Pilih secara acak dua orang yang melintas di kantornya. Karena ini cuma dalam pikiran, tidak ada hal yang menyulitkan atau memalukan.

Pada hari Rabu Meng mendapat email dari salah seorang yang mempraktikkan latihan ini: “I hate my work, I hate coming to work every single day. But Inattended your talk on Monday, did the homework on Tuesday, and tuesday was my happiest day in 7 years.”

Mengapa praktik ini begitu efektif untuk menciptakan suasana bahagia dlm hati?

Ketika mempraktikkan latihan ini saya baru sadar bahwa sumber stress adalah karena kita sibuk memikirkan diri kita. Coba cek doa-doa kita. 99% untuk kebaikan, kebahagiaan, kekayaan diri kita sendiri.

Kayaknya nggak pernah deh kita menyelipkan doa untuk tetangga yang lagi susah, tukang mie tek tek yang malam2 lewat, atau petugas PLN yang ngecek meteran.

Padahal salah satu sumber kebahagiaan itu ternyata adalah melakukan kebaikan untuk orang lain, altruisme.

Dan sebaliknya, sumber ketidakbahagiaan adalah selfish, egoisMe, selalu Me Me Me (aku aku aku).

Mari kita saling mendoakan dan praktekkan, semoga kita menjadi orang yg bahagia..

Selamat pagi Frens!

Mari
Rajin2 Baca Script, Saling Mendoakan dan mengucapkan 4 kata yang menyejukan:
I’m Sorry
Please Forgive Me
I Love You
Thank You

Sumber: https://www.facebook.com/ 

Pelajaran dari Tao Garden tentang Cara Makan yang Sehat

Ada dua pelajaran yang hendak saya berbagi dalam catatan ini, selain pelajaran pertama yang sudah saya bagikan tadi: yaitu tentang jadwal makan dan minum sesuai dengan “body-clock” yang sudah dipasang Sang Pencipta sejak kita terbentuk sebagai janin di kandungan ibu kita. Pertama ialah cara makan, dan kedua ialah jenis makanan

Dalam retreat ini kita makan pagi dengan satu buah apel, dua buah korma, 5 biji kacang tanah, teh jahe (tanpa gula tentunya) dan beberapa kapsul pembersih ginjal, liver dan usus. Makan siang adalah kacang kedelai, tomat kecil, air pembersih darah produk Unicity disebut Clhorophyle (rujuk ke toko PAPUAmart.com yang menjual semua produk Unicity). Sementara makan malam terdiri dari satu buah pear (pir) dan 5 biji kacang tanah, ditambah satu gelas teh pepaya mentah (jadi pepaya mentah direbus, dan airnya menjadi teh, bagus untuk pembersihan usus atau disebut colon cleansing).

Menurut Grandmaster Mantak Chia, dengan menu seperti ini, manusia bisa hidup sehat wala’fiat, dan malahan ini menu hidup sehat dan menu umur panjang.

Menurut apa yang saya alami di saat malam memang terasa sangat kepalaran, sampai-sampai saya hanya mengumpulkan banyak air liur di mulut, lalu menelan setelah air liur dikunyah beberapa kali, karena perut menerima air liur yang sudah dikunyah sebagai makanan. Saya lakukan ini atas petunjuk dari Grandmaster saya, dan ternyata memang benar, sepanjang 3 minggu, di malam hari bila lapar cukup saya telan air liuar yang sudah saya kunyah baik, sudah saya olah baik di mulut selama beberapa menit, lalu saya telan. Perut menerimanya sebagai makanan.

Hal kedua sangat teknis, tetapi begitu fundamental, kita harus mengunyah makanan sampai makanan menjadi cair di mulut. Menurut Mantak Chia, “Start digestion in your stomach, and hand over to stomach to continue the digestion process you have started in your mouth”. Kita mengunyah makanan yang saya sebutkan tadi, yang sangat sedikit tadi, sampai menjadi cair, benar-benar mencair, lalu mereka masuk sendiri lewat kerongkongan.

Ada ungkapan yang sering beliau ucapkan ialah “Drink Your Food, and Eat Your Liquid”. Maksudnya ialah kita minum air dan mengunyak air, bukan langsung menelan air. Kita makan sampai makanan mencair baru diizinkan masuk ke perut lewat kerongkongan dalam bentuk cairan makanan.

Kata Mantak Chia bahwa hasil dari pencernaan yang dibutuhkan tubuh ialah “Chi”, yaitu energi, atau daya. Daya inilah yang membuat seseorang atau sebuah organisme hidup. Jadi kalau tujuan dari makanan ialah untuk memberikan kekuatan kepada tubuh kita, maka kita sudah seharusnya pintar dan sudah seharusnya belajar untuk mengkonsumsi tenaga itu sendiri secara langsung daripada harus menelan makanan yang nantinya menghasilkan tenaga untuk kita hidup.

Cara mengkonsumsi “tenaga” “Chi” langsung ialah dengan mengunyah makanan sampai menjadi cair, dan meminum makanan, karena dalam proses pencairan makanan yang terjadi di mulut, terdapat proses kimiawi di mana oksigen dan nitrogen menjadi terperangkap dan terjadi fiksasi gas-gas dimaksud di dalam makanan yang kita kunyah di dalam mulut. Dengan oksigen dan nitrogen yang sudah “fixed” di dalam proses kunyah tadi kita masukkan ke dalam perut, maka perut akan menerimanya sebagai sebuah produk jadi yang dikirim, dan siap pakai. Tidak perlu di-dicerna lagi oleh perut, tetapi langsung dibagikan menurut kebutuhan tubuh.

Saat kita lapar dan lelah, kita makan dan minum akhirnya tenaga kita kembali dan kuat menjadi kuat lagi, bukan? Coba pikirkan kalau kita tahu cara mensuplai tenaga yang sudah siap pakai tanpa harus lewat pencernaan yang prosesnya lama? Kita akan hidup dengan penuh daya, walaupun tidak makan dan tidak minum. Itu boleh saya katakan sebagai target terakhir, tetapi kita harus terbiasa dan membiasakan diri makan dengan proses mengunyah yang mem-fix-kan oksigen, karena dengan demikian tubuh kita akan terbantu terbiasa meneruskannya kepada bagian organ yang membutuhkannya.

Semoga saja bermanfaat.

Source: Facebook.com

Emosi Jangan Ditekan, tetapi Perlu Ditransformasi untuk Kebajikan

Banyak buku telah saya baca, ajaran agama Kristen juga sudah hampir seumur hidup saya tekuni, saya sudah lama mencaritahu, sudah lama berdoa dan meminta kepada Tuhan untuk membantu saya mengendalikan emosi-emosi saya yang sering sekali meledak, tak terkendali. Usia saya sudah 50 tahun, mungkin karena alasan usia, ledakan emosi itu tidak lagi seperti sebelum-sebelumnya.

Akan tetapi ada satu hal yang saya temukan di awal tahun 2015, waktu itu saya hadiri sebuah konferensi tentang Kopi yang diselenggarakan oleh Chiang Mai University, Kerajaan Muang Thai <http://baliemarabica.com/2015/ksu-b…>

Saya tidak dapat bertahan dengan keramaian kota, maka saya mintakan tempat yang lebih sunyi dan saya diantar ke Tao Garden Health Spa & Resort, kata sopir taksi waktu itu, “ini tempat yang cocok buat Anda, karena ini sunyi, dan juga ada ajaran-ajaran yang penting buat Anda sebagai orang dari kampung”.

Saya sangat berhutang budi kepada sang supir taksi, saya menyesal tidak memintakan nomor teleponnya. Setelah saya diberitahu, saya menelepon Tao Garden dan book satu kamar. Setelah itu 1 jam kemudian saya sudah ada di Tao Garden. Kemudian saya ketahui bahwa persoalan “emosi”, yang selama ini saya geluti untuk saya kendalikan, dapat ditransformasi dan dimanfaatkan sebesar-besarnya sebagai energi bagi saya untuk berbuat baik dan berbagi.

Saya tidak jadi pulang selesai konferensi kopi yang berlangsung dua hari.

Selama 3 minggu selanjutnya saya habiskan di retreat Tao Garden.
Saya temukan hal yang paling sederhana, yaitu cara sederhana mengelola emosi-emosi. Grandmaster Mantak Chia katakan, pertama-tama, hapuskan pemikiran baik-buruk, kudus-kotor, salah-benar, hitam-putih. Tinggalkan keberpihakan diri kita. Semua emosi negatif dan positif tidak berarti yang negatif salah dan yang positif bagus, tetapi kita berikan kedua nama sama seperti kita berikan nama kepada seorang manusia, misalnya nama Jhon Kwano. Nama tidak berarti baik dan buruk, tetapi ia menjelaskan oknum. Emosi negatif dan emosi positif juga menyebutkan identitas emosi, tidak berarti jelek dan baik.

Yang kedua, kita harus tahu di mana emosi-emosi itu biasanya tersimpan. Dalam pemahaman Tao Healing, semua emosi terbagi-bagi ke dalam lima organ tubuh manusia, sesuai dengan lima unsur: api, air, tanah, kayu dan logam. Secara alamiah api mengandung suhu “panas”, air punya sifat mendinginkan/ memadamkan, air menguap kalau dipanaskan, api bisa mati kalau disiram air. Setelah mengidentifikasi sifat dari setiap unsur dalam organ, maka kita kaitkan dengan sifat dari masing-masing emosi. Misalnya, panas sebagai sifat api dikaitkan dengan kekejaman. Karena itu, orang kejam perlu mengelola emosi yang ada di janjtung. Saya, Jhon Kwano punya phobia ketinggian waktu itu. Rasa takut dan rasa dingin sangat berkaitan. Lihat saja seekor anjing kalau dikejar dan merasa terancam serta rasa takut, pasti dia gemetaran dan kencing. Mengapa gelap dan takut berkaitan? Karena gelap berkaitan dengan dingin dan dingin berkaitan dengan takut atau phobia. Siapa saja yang merasa dingin biasanya gemetaran, siapa saja yang merasa takut juga ada gemetaran. Sama kan? Maka untuk para penakut dan phobia seperti saya, saya harus temukan di mana letaknya organ yang mewakili atau terkait dengan air, yaitu kedua “kidneys”, (saya lupa bahasa Indonesianya apa).

Kita lakukan identifikasi semua organ dan kaitannya dengan emosi-emosi yang kita punya: rasa sedih, rasa gelisah, rasa tidak percaya, rasa takut, rasa curiga, rasa marah, dan seterusnya. Semuanya kita identifikasi dan hubungkan dengan organ dan unsur alamiah.

Ketiga, kita lakukan sejumlah proses alamiah untuk mengenal, bersalaman dengan, dan berkomunikasi dengan organ-organ kita yang menyimpan emosi-emosi dimaksud.

Keempat, setelah berkomunikasi dengan organ-organ kita yang menyimpan emosi-emosi, maka kita lakukan langkah-langkah teknis untuk berbicara dengan emosi negatif dan berkomunikasi dengan emosi positif. Misalnya, rasa curiga dan tidak cemburu biasaya tersimpan di “spleen”, daerah perut. Oleh karena itu kita berkomunikasi dengan perut kita, lalu kita identifikasi orang siapa, pihak mana yang kita curigai dan tidak percaya. Lalu kita gantikan emosi negatif dengan emosi positif, yaitu “rasa saling percaya”. Dengan demikian secara otomatis rasa curiga dan tidak percaya akan tergantikan oleh rasa percaya.

Yang kita lakukan di sini ialah kita “re-programming” tubuh kita, perasaan kita, emosi kita, otak kita. Proses ini tidak menghapuskan emosi negatif, tetapi mentranspormasi. Proses ini juga tidak menekan (suppress) emosi-emosi yang ada, tetapi mengekspresikan emosi dimaksud dan ekpresi itu dilakukan lewat transformasi.

Semain emosi ditekan, semakin kuat tekanan yang diterima emosi dimaksud, semakin dahsyat daya ledaknya. Dan kalau meledak akan berdampak tidak membangun bagi pribadi sendiri maupun bagi siapa saja terdampak oleh ledakan emosi tersebut.

Kita Terbiasa Mengekspresikan Emosi secara Salah

Para pakar psikolog maupun para pengajar doktrin agama akan mengajarkan kepada kita bahwa emosi yang ada harus diekspresikan. Cara mengekspresikan yang sering dipakai ialah dengan cara atau bahasa rohani yang kita sebut sebagai “pengakuan”. Kata agama Kristen secara khusus punya diskursus teologi panjang-lebar tentang pengampunan Allah dan mengampuni sesama manusia sebagai bukti ke-Kristen-an seseorang.
Psikologi dan konselor psikologi juga sama, mereka punya teknik yang dipelajari untuk membantu seseorang mengekspresikan emosi-emosi yang terpendam.
Kita masih ingat acara di Trans TV bernama “Uya-Kuya”. Acara ini disiarkan karena dia membantu orang mengekspresikan atau juga menceritakan apa-apa yang dipendam, bisa emosi yang dipendam, bisa rahasia yang disimpan. Yang penting hal-hal yang tidak kelihatan dalam kehidupan sehari-hari.
Dari apa yang terjadi di Uya-Kuya dan dari berbagai buku psikologi yang saya baca, juga dari pengalaman beragama selama ini, saya mendapatkan gambaran jelas, bahwa tujuan daripada ekpresi emosi yang diusung oleh prikolog maupun ajaran agama ialah supaya hal-hal yang terpendam disampaikan, dikeluarkan. Dengan mengucapkan hal-hal yang terpendam dimaksud, dianggap sebagai sebuah “pelepasan”.
Padahal, saya dan kita harus akui, dari sejumlah pengalaman kita sendiri, bahwa mengekspresikan emosi-emosi terpendam, atau hal-hal yang selama ini kita sembunyikan tidak serta-merta dan tidak semuanya menyelesaikan masalah. Malahan ada masalah baru yang muncul sebagai tindak-lanjutnya.
Di satu sisi pihak yang mengaku atau membongkar rahasia menjadi semakin tertekan secara psikologis, walaupun pada saat pengakuan sudah didoakan atau dinasehati, yang jelas apa yang terpendam sudah tereksposes, paling tidak sudah ketahuan sama lebih dari satu orang. Di sisi lain, kalau ekspresi emosi atau pembongkaran rahasia itu terkait dengan orang lain, maka dengan perbuatan itu sendiri kita secara langsung memberikan pengaruh psikologis kepada oknum atau pihak yang kita marah kepadanya, atau rahasia yang kita simpan yang terkait dengan orang lain dimaksud.
Bayangkan saja kalau rahasia itu terkait hubungan suami-isteri atau pacaran. Bayangkan saja kalau sebuah pengakuan tidak melahirkan pemaafan. Atau sudah terjadi pemaafan tetapi tidak dengan sepenuh hati. Maka sebenarnya masalahnya tambah meluas, bukannya menghilang.
Dengan UHTS (Universal Healting Tao System) kita tidak perlu mengekspresikan dalam bentuk pengakuan atau pembongkaran, tetapi yang kita lakukan ialah proses “transformasi” emosi, dari yang negatif ke positif.
Kalau yang terjadi transformasi, maka yang berubah bukan relasi saya, tetapi saya yang berubah. Patokan perubahan ada pada saya, bukan kepada orang lain. Dengan perubahan yang telah terjadi dimaksud, akan memancarkan “love”, “peace”, “joy” dan “happiness” yang melimpah di dalam diri kita kepada sesama kita. Dengan “love”, “peace”, “joy” dan “happiness” yang kita kelola dan tumbuh-kembangkan di dalam organ kita, maka kita akan sanggup keluar dari belenggu-belengu emosional yang menghimpit dan memenjarakan kita.
Ekpresi emosi yang membantu kita bertumbuh sehat dan bersahaja ialah dengan men-transpormasi-kan emosi-emosi dimaksud, bukan dengan cara mengakui dan mminta maaf, yang dampaknya menularkan emosi negatif yang ada pada kita kepada pihak lain.
Source: Facebook.com

UHTS Cocok untuk Para Tukang Emosional di Indonesia

Saya sebagai satu-satunya wakil dari Indonesia, terutama wakli dari Melanesia yang selama 5 tahun terakhir belajar di Universal Healing Tao System merasa bangga bahwa ada banyak yang dapat saya persembahkan kepada manusia di dunia ini. Terutama sekali situasi Indonesia yang penuh dengan amarah dan kebencian, caci-maki dan dengki, merupakan sebuah fenomena yang harus kita rangkul, sesuai dengan rumus Yin dan Yang, keduanya kita harus belajar kelola yang negatif menjadi kekuatan, dan yang positif menjadi bertambah dan berbuah, yang satu tidak melebih yang lain, tetapi yang satu mengimbangi yang lain.
Paradigma berpikir dualisme yang mempertentangkan haruslah kita tinggalkan dan kita gantikan dengan dualisme yang complementary dan interdependence, balancing forces, yang melahirkan keselarasan hidup.
Saya harap setelah pulang ke Indonesia, ada orang Indonesia yang mau belajar. Terutama sekali saya harap Pak Ahok mau belajar dari UHTS ini, agar biar kalau Tuhan beri dia waktu menjabat kembali Gubernur DKI Jakarta, maka mereka akan melihat Basuki yang murah senyum, Ahok yang segar dengan wajah adem, dan Ahok yang tegas tetapi tidak emosional.
UHTS atau Universal Healing Tao System mengajarkan langkah demi langkah, aspek demi aspek, tindakan demi tindakan yang dapat kita lakukan untuk menyembuhkan atau lebih tepat menetralisir berbagai emosi negatif yang selalu menghantui kehidupan kita.
Pertama saya ikut UHTS tahun 2015. Alasan utama saya karena saya mau mendedikasikan diri saya untuk bangsa Papua dan juga kita di seluruh Indonesia sehingga pada waktu mendatang kita tidak tampil di tempat publik, di layar televisi, di mimbar khotbah dan dakwah, di pengadilan, di tempat demonstrasi dengan wajah-wajah, nada-nada, dan kalimat-kalimat emosional, tidak rasional, dan kalaupun rasional, rasio yang penuh dendam dan dengki.
Suasana emosi sosial yang ada di Indonesia sejak Orde Baru runtuh tidak kita selidiki secara mendalam. Padahal suasana emosional masyarakat di Indonesia sudah ambruk, lebih emosional daripada rasional, dan rasional kita semakin banyak dikuasai oleh emosi kita. Kalau kehidupan kita dalam pribadi maupun keluarga, suku, bangsa dan bernegara dikuasai dan dikendalikan oleh “emosi”, maka semua orang bisa bayangkan apa yang dapat terjadi.
Emosi memang bagus bagi para penguasa, dan para pengusaha, digunakan untuk mengolah kekuasaan. Tetapi emosi adalah penyakit prikologis personal. Kalau emosi sudah memasyarakat, maka ia telah menjadi penyakit sosial di Indonesia.
Saya selalu nonton TV, baca pernyaaan para politisi, dan lebih-lebih tokoh agama di Indonesia. Hampir semuanya penuh dengan emosi, benci, curiga dan amarah. Indonesia sudah kehilangan air, tidak ada yang menyirami kepanasan ini.
Saya berdoa kepada Tuhan, supaya UHTS yang saya pelajari ini, paling tidak memberikan setetes air yang membantu mendinginkan emosi masyarakat Indonesia yang panasnya sudah melebihi 100 derajad celcius.

Bagaimana Cara Menghemat Energi Seks

Bagaimana Cara Menghemat Energi Seks merupakan pertanyaan umum diajukan hampir semua orang di dunia.

Para pembaca yang telah sering membaca buku-buku kuno tentu mengetahui bahwa energi seks amat penting untuk kesehatan, energi, dan khususnya untuk mempertahankan diri kita agar awet muda. Teknik-teknik rahasia dari berbagai kebudayaan seperti Mesir dan Cina Kuno membahas secara terperinci cara untuk memanfaatkan energi seks dan tidak memboroskannya dengan sia-sia . Dalam berbagai buku kuno dikatakan bagaimana orang-orang yang pandai menghemat energi seks mereka dapat mencapai umur 150 tahun dengan kesehatan yang masih tetap prima.

Malahan, banyak legenda kuno bercerita mengenai kaisar Cina Kuno—yaitu Kaisar Huang Ti, yang sering juga disebut Kaisar Kuning—yang berhasil mencapai keabadian, karena keberhasilan latihannya dalam menghemat energi seks. Terlepas dari kebenaran legenda apakah Kaisar Huang Ti benar-benar mencapai keabadian atau tidak, beberapa ahli sejarah terkemuka, seperti misalnya Suma Chien, mengatakan bahwa Kaisar Kuning bertahta 100 tahun lamanya!!

Kepercayaan ini tidak hanya dikenal oleh orang-orang kuno saja. Napoleon Hill dalam bukunya Think and Grow Rich

membahas pentingnya penghematan energi seks untuk mencapai kesuksesan yang lebih besar dalam hidup. Banyak pelatih olah raga yang melarang para atletnya untuk berhubungan seks—untuk ejakulasi—satu atau dua hari sebelum pertandingan.

Pada wanita, energi seks paling banyak disia-siakan saat menstruasi atau saat pelepasan sel telur. Jadi seorang wanita dianjurkan untuk menarik kembali energi yang telah memasuki system reproduksi agar tidak terbuang saat menstruasi. Energi yang ditarik ini dapat dipergunakan untuk menyembuhkan berbagai organ dan kelenjar tubuh, memperbaiki daya pikir, menyehatkan tulang, system syaraf, menambah vitalitas dan membantu membuka jalur utama energi (sushumna).

Pada pria, energi seks —yang terbanyak terdapat dalam sperma— paling banyak disia-siakan saat ejakulasi. Jadi menghemat energi seks pada pria berarti juga mengurangi ejakulasi. Perhatikanlah bahwa disini yang dianjurkan adalah untuk mengurangi atau meniadakan ejakulasi, dan bukan meniadakan hubungan seks. Pada kenyataannya, orang-orang yang dapat berlatih teknik penghematan energi seks akan mempunyai gairah dan kemampuan seksual yang jauh lebih baik daripada orang biasa. Dan janganlah khawatir mengenai peniadaan ejakulasi tadi, karena anda akan mempelajari teknik ejakulasi lain yang lebih canggih daripada yang anda kenal. Perbedaanya hanyalah bahwa anda tidak ejakulasi keluar, melainkan kedalam tubuh anda sendiri!

Perhatikanlah bahwa saat melakukan hubungan seksual anda lebih bersemangat daripada biasanya. Pada umumya pria akan mejadi lebih bersemangat, -kecuali bila ada alasan-alasan khusus, baik secara psikologis maupun secara fisiologis. Tetapi setelah ejakulasi, anda akan cenderung menjadi lebih lemas. Memang dalam pandangan umum, pria akan menjadi lemas setelah hubungan seks, karena dua sebab. Yang pertama adalah karena setelah ketegangan psikologisnya dapat dipuaskan, ia cenderung menjadi lebih santai. Penyebab kedua adalah gerakan-gerakan selama hubungan seks sendiri menyebabkan keletihan sehingga pria menjadi lebih lemas.

Bagian pertama—dimana seseorang akan menjadi lebih relaks setelah ejakulasi—memang benar. Tetapi, ada banyak saat dimana anda menjadi relaks tanpa menjadi lemas. Dan anda menjadi lebih lemas bukanlah karena tambahan keletihan oleh karena gerakan-gerakan selama berhubungan seks itu. Anda menjadi lemas, karena memang anda telah mengeluarkan banyak sekali energi saat anda ejakulasi.

Memang setelah anda istirahat, anda dapat pulih lagi dan siap untuk melakukan hubungan seks lagi, tetapi anda perlu tahu satu hal. Bila energi untuk energi seks belum cukup, maka energi seks ini akan ditarik dari bagian-bagian tubuh lainnya. Akibatnya adalah bahwa, bagian-bagian tubuh yang ditarik energinya ini menjadi lebih lemah dan mempengaruhi reproduksi sel-sel anda, sehingga reproduksi dan regenerasi sel itu menjadi lebih lambat.

Sebaliknya, apabila anda tidak melakukan ejakulasi, anda tidak akan menjadi lemas. Tetapi hal ini tentu saja menimbulkan masalah besar bukan?  Dalam melakukan hubungan seksual anda tentu saja ingin mencapai ejakulasi. Nah, itulah sebabnya teknik penghematan energi seks harus dipelajari dan dilatih karena tidak cukup hanya sekedar diketahui saja. Dalam teknik penghematan energi seks, pria diajar untuk ejakulasi ke dalam tubuh, dan bukan keluar tubuh sbagaiman biasanya. Teknik penghematan energi seks ini memang berhubungan sekali dengan aktifitas seksual pria, yaitu tepatnya mengubah ejakulasi dari “membuang sperma anda ke luar tubuh”  menjadi  “menariknya ke dalam tubuh sendiri”.

Pada wanita, penghematan energi lebih berkaitan dengan penghematan energi yang biasanya keluar saat menstruasi. Lalu sebenarnya, istilah yang lebih tepat untk teknik ini mungkin Teknik Penghematan Sel Reproduksi ataupun, Teknik Penghematan Sari Tubuh. Tetap istilah yang dikenal secara umum untuk teknik ini memang adalah Teknik Penghematan Energi Seks, karena teknik yang lebih banyak dikenal oleh umum adalah teknik untuk pria, dan baru pada akhir-akhir ini teknik untuk para wanita dikenal oleh umum.

Untuk mempelajari tekmik penghematan enegri seksual ini, anda dapat membaca buku karangan Master Mantak dan Maneween Chia. Uraian yang ditulis cukup jelas sehingga ada buku khusus untuk wanita, yaitu Healing Love Through the Tao, dan untuk pria Taoist Secret of Love. Kedua buku ini telah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia sejak beberapa tahun lalu.

Halangan paling utama biasanya timbul setelah seseorang membaca buku mengenai teknik ini, karena kelihatannya cukup rumit, termasuk segala teknik khusus untuk melatihnya. Memang teknik-teknik khusus ini dibutuhkan oleh orang-orang awam yang jalur energinya masih belum terbuka sama sekali, agar dapat berhasil dalam waktu yang cukup singkat. Tanpa teknik-teknik khusus ini, orang-orang  akan membutuhkan waktu bertahun-tahun sebelum dapat berhasil, apabila langsung mencoba penarikan energi seks ke dalam tubuh mereka.

Tetapi , bagi sebagian orang teknik-teknik khusus ini dapat dianggap sebagai teknik tambahan untuk dapat berhasil dengan lebih cepat dan lebih baik lagi. Ingatlah bahwa jalur energi utama adalah sama untuk energi Kundalini, energi Rei Ki Tumo—(energi Rei Ki Usui umumnya mengalir dari Caktra Mahkota ke kedua telapak tangan saja, jadi hanya mempergunakan setengah jalur Sushumna bagian atas saja)—maupun jalur penarikan energi seks.  Orang-orang yang telah mendapat attunment Rei Ki Tummo Tingkat Kedua maupun telah bangkit Kundalininya dengan sendirinya dan Api Kundalininya telah mencapai Cakra Mahkota secra otomatis telah terbuka jalur energi utamanya (Sushumna). Dengan demikian, teknik penarikan energi seks dpat dipelajari dengan jauh lebih mudah karena yang tersulit sebenarnya adalah untuk membuka Jalur Utama tersebut.

Jadi sebenarnya Teknik Penghematan Energi Seks, Teknik Lima Gerakan Awet Muda Tibet, Kundalini, maupun Rei Ki Tummo saling Bantu-membantu untuk lebih membersihkan dan memperlancar aliran energi di jalur Sushumna untuk berbagai manfaat positif.

Sekedar catatan untuk istilah-istilah teknis Kundalini: Api Kundalini tidak sama dengan Inti Kundalini. Api Kundalini adalah bagian luar dari energi Kundalini yang bekerja dalam proses pembersihan untuk membersihkan jalur Sushumna. Sebelum api Kundalini mencapai Cakra Mahkota, Inti Kundalini biasanya belum naik sama sekali.

Halangan Kedua dalam penghematan energi seks ini mungkin berhubungan dengan informasi yang salah dari orang yang tidak tahu ataupun dari para pria yang pernah mencoba melatih tehnik ini dan berhenti sebelum menjadi mahir. Mereka mungkin mengatakan bahwa usaha untuk menghemat energi seks dengan ejakulasi kedalam mengurangi kenikmatan yang dapat diperoleh. Hal ini benar hanya bagi pemula yang belum mahir. Bagi yang sudah dapat melakukan ejakulasi kedalam dengan benar, kenikmatan yang diperoleh malahan lebih besar, karena energi yang mengalir keseluruh tubuh hingga ke kepala memberikan sensasi yang sangat luar biasa!

Bagi wanita pun, teknik-teknik yang yang diajarkan akan membuat otot-otot vagina lebih dapat dikontrol dan lebih kencang. Dari penelitian secara ilmiah, semakin baik pengencangan otot vagina, akan semakin maksima seseorang wanita dapat menikmati sebuha hubungan seks. Secara teknis, pengencangan otot vagina mencapai 17mmHg atau lebih. Dan sebaliknya, wanita-wanita yang tidak pernah mencapai orgasme adalah wanita yang pengencangan otot vaginanya hanya mencapai 7.43 mmHg.

Dari Buku LIMA GERAKAN AWET MUDA TIBET Bab 8
By Irmansyah Effendi (Founder Yayasan Padmajaya dan Reiki Tummo)

sumber di sini

Agama Tao Universal dan Universal Healing Tao System (UHTS)

Agama Tao Universal dan Universal Healing Tao System (disingkat UHTS) atau UHT System perlu kita pahami sebelum kita mulai mempraktekannya.

UHTS merupakan sebuah terobosan yang diciptakan oleh Grandmaster Mantak Chia berbasis di Chiang Mai, Thailand, yang mengembangkan ajaran-ajaran Agama Tao Universal ke dalam aplikasi praktis untuk kepentingan kebugaran, kesehatan dan penyembuhan.

Pelajaran, atau sering Master Chia sebut praktek-praktek UHTS disusun sedemikian rupa, buku-buku ditulis secara luas, lebih dari 50 judul, dan kelas-kelas diselenggarakan secara rutin selama 50 tahun belakangan, dengan minimal VI tingkatan kelas, di mana masing-masing tingkatan terdiri dari beberapa pelayaran yang padat dengan gerakan-gerakan atau praktek praktis.

  • Sementara itu, apa yang dimaksud dengan agama tao?

Saya kutip dari situs satu-satunya yang saya dapati dalam bahasa Indonesia menjelaskan tentang Tao Universal sebagai berikut:

Dao yang bisa dibicarakan dengan kata-kata bukanlah Dao yang mulia dan absolut. Nama yang bisa terbentuk dan dipanggil dengan kata-kata bukanlah nama yang mulia dan absolut adanya.

Wu (TIADA) adalah sebutan bagi sebelum terbentuknya langit dan bumi. You (ADA) merupakan nama bagi induk terciptanya segala benda (Wan Wu) yang ada di alam semesta ini.

Oleh karena itu, seharusnya dengan konsep “TIADA”/TANPA BATAS/TANPA EMBEL-EMBEL/TANPA TENDENSIUS/TANPA BEBAN kita bisa mengamati keagungan dan kemuliaan “Dao” (diistilahkan sebagai sifat “Miao” dari Dao). Sebaliknya, harus dengan konsep “ADA”/ADANYA BATASAN-BATASAN/ADANYA PERATURAN/ADANYA HUKUM/ADANYA BENTUK/ADANYA TUJUAN untuk mempelajari semua yang berwujud secara objektif dan realistis (diistilahkan sebagai “Jiao” BATASAN BATASAN NYATA dari wujud benda di dunia ini).

“Wu” dan “You” berasal dari sumber yang sama, hanya sebutannya yang berbeda. Semua itu sangat unik adanya (Ao Miao). Apabila dihayati dan dipelajari dengan tekun dan benar, akhirnya akan ditemukan pintu yang menuju Mahasumber yang telah menciptakan segala yang ada di alam semesta ini.

UHTS vversi Mantak Chia ini sangat bermanfaat untuk proses kesembuhan secara alamiah, karena yang harus kita lakukan ialah gerakan-gerakan dari yang paling sederhana sampai kepada pola hidup dan pola makan-minum yang dianjurkan sesuai ajaran-ajaran Tao, They Way.

Sebagai dasar dari pembelajaran/ praktek-praktek dimaksud, maka Level I dari UHTS berisi sangat banyak pelajaran, yang harus diikuti oleh para praktisi.

Di tingkat ini juga diselenggarakan kursus-kursus untuk merekrut instruktur yang kemudian akan pulang ke tempat asal masing-masing peserta dan mulai mendirikan dan menyelenggarakan kegiatan-kegiatan dasar UHTS.

Kebetulan saya Jhon Yonathan Kwano saat ini baru tahun 2015 menyelesaikan kursus Associate Instructor dan kini sedang mempersiapkan diri untuk mendirikan Sekolah Dasar UHTS di Jakarta, Yogyakarta dan Jayapura. Semoga Tuhan memberikan kekuatan dan kesempatan, sehingga tujuan mulia ini terwujud.

Doa saya agar dengan penyelenggaraan UHTS di Indonesia akan memungkinan kita men-detoxify emosi kita, dan sekaligus men-detoxify tubuh kita.

Banyak Makan Tahu Berdampak Buruk bagi Otak?

DIAN MAHARANI Kompas.com – 21/07/2015, 17:00 WIB
KOMPAS.com – Beberapa makanan dapat memengaruhi fungsi otak. Bahkan, menurut penelitian, terlalu banyak mengonsumsi makanan tertentu dapat menurunkan fungsi kognitif dan memori di otak. Berikut ini lima makanan yang dapat memengaruhi fungsi otak seperti dikutip dari Prevention.com:

 

Tahu
Tahu yang berasal dari kedelai ini masih menuai kontroversi apakah secara signifikan dapat memengaruhi fungsi otak. Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan di jurnal Dementia and Geriatric Cognitive Disorders, ditemukan adanya kaitan antara banyaknya mengonsumsi tahu, yakni 9 kali atau lebih dalam seminggu, dengan peningkatan risiko penurunan kemampuan kognitif dan kehilangan memori.

Peneliti menganalisis konsumsi tahu pada 719 laki-laki dan perempuan di Indonesia. Responden kemudian menjalani serangkaian tes memori. Mereka yang makan lebih dari 9 porsi seminggu lebih berisiko menghadapi tantangan memori daripada yang tidak.

Para peneliti menduga, kandungan phytoestrogen pada tahu itu yang memengaruhi fungsi otak. Di sisi lain, tempe yang juga berasal dari fermentasi kedelai justru ditemukan dalam penelitian dapat meningkatkan memori.

Sodium
Konsumsi tinggi sodium seperti garam selama ini selalu dikaitkan dengan penyakit tekanan darah tinggi. Namun, menurut penelitian, mengonsumsi sodium terlalu banyak juga tidak baik untuk kesehatan otak.

Dalam jurnal Neurobiology of Aging, peneliti menemukan bahwa mengonsumsi tinggi sodium berdampak negatif pada kemampuan kognitif. Akan tetapi, efek negatif konsumsi sodium ini dapat dicegah dengan melakukan olahraga teratur.

Lemak trans
Satu lagi alasan mengapa Food and Drugs Administration di Amerika Serikat melarang konsumsi lemak trans. Menurut penelitian yang diterbitkan di journal PLoS One, mengonsumsi lemak trans dapat menurunkan fungsi memori di otak.

Jika terlalu banyak mengonsumsi lemak trans, dapat membuat seseorang kesulitan mengingat kata-kata. Dalam penelitian yang melibatkan 1018 peserta dibuktikan, mereka yang konsumsi tinggi lemak trans hanya dapat mengingat 65 kata dengan benar. Sedangkan rata-rata peserta dapat mengingat 86 kata.

Ikan
Ikan merupakan makanan sumber protein yang baik. Tetapi, dalam penelitian yang dipublikasikan di Medicine Journal Integrative, makan lebih dari tiga porsi jenis ikan dalam jumlah banyak dapat menurunkan fungsi kognitif. Jenis ikan yang dimaksud seperti tuna, kerapu, hingga kakap.

Mengapa demikian? Menurut peneliti, hal itu disebabkan karena tingginya kadar merkuri pada ikan laut tersebut. Penelitian melibatkan 384 orang yang makan seafood atau makanan laut, kemudian menjalani tes fungsi kognitif. Hasilnya, orang dengan tingkat merkuri tinggi dalam darah memiliki kemampuan kognitif lebih buruk

Lemak jenuh
Para peneliti di University of Montreal menemukan bahwa tikus yang mengonsumsi tinggi lemak jenuh akan mengalami gangguan fungsi sistem dopamin mesolimbic di otak. Sistem tersebut merupakan bagian otak yang mengontrol motivasi atau keinginan dan suasana hati.

Gangguan sistem ini sering kali membuat suasana hati buruk, menjadi kecanduan narkoba, dan makan berlebihan. Penelitian yang diterbitkan dalam journal Neuropharmacology.

Sumber: http://lifestyle.kompas.com/ 

Darkroom Retreat (3): Jalan untuk Membersihkan Rohani

Darkroom retreat ternyata bukan hanya membersihkan tubuh secara fisik, tetapi terutama dirintis oleh para pendahulu tao dan dirancang oleh Grandmaster Mantak Chia dalam sebuah paket Universal Healint Tao (Penyembuhan Universal Tao) untuk membantu memuluskan atau meringankan atau memperlancar perjalanan rohani.

Rohani kita dibantu dengan berbagai kegiatan saat kita di ruangan gelap selama seminggu, dua minggu, tiga minggu dan empat minggu sehingga kita akhirnya dapat merasakan betapa beban hidup kita terangkat, beban pikiran kita lenyap, dan persoalan hidup menjadi kosong. Saat kekosongan itu terjadi, maka secara otomatis terisi oleh energi positif yang sedang ada di sekitar hidup kita sehingga hidup ini menjadi ringkan dan mudah dijalani.

Selain ringan, jarak antara Tuhan dan manusia menjadi sangat dekat,  yaitu jarak antara dunia roh dengan alam fisik menjadi semakin tipis. Saya bisa merasakan aura teman sekamar, aura instruktur dan master dengan lebih mudah. Saya bisa merasakan apa yang diinginkan teman dengan lebih baik, lebih tajam. Kalau teman saya butuh sesuatu dan kebutuhan dia muncul dalam pikirannya, saya sudah bisa merasakannya.

Walaupun ruangan gelap-gulita, saya juga bisa rasakan dengan jelas kalau ada orang lain sedang lewat. Sampai-sampai ada teman saya dari Jerman yang sudah bisa membedakan warna aura masing-masing peserta sehingga dia tanpa melihat dengan mata fisiknya, sudah bisa membaca aura kita. Ia selalu membantu saya mengambilkan makanan dan minuman di meja petugas dan mebantu saya mengambilkan handuk atau sabun pada saat saya kebigungan. Saya sempat tanyakan dia apa yang menyebabkan dia begitu peka terhadap energi manusia ataupun benda, tetapi dia sendiri tidak dapat menjelaskannya.

Saat berkonsultasi dengan Grandmaster Mantak Chia beliau menyampaikan bahwa memang masing-masing orang memiliki kelebihan dan keterbatasan secara alamiah, ada yang diturunkan secara gene, ada pula yang dikembangkan dalam pelatihan-pelatihan yang diberikan. Beliau menjelaskan banyak gerakan yang membantu kita membangun jalan kepada kehidupan rohani yang peka dan melek secara rohani.

Perubahan ini terjadi sangat nyata, dan saya berdoa supaya pengalaman ini terus saya alamid an dalami di masa-masa yang akan datang, khususnya di tahun 2016 nanti.

Darkroom Retreat (2): Jalan Kompas Menguruskan Badan

Darroom Retreat benar-benar membantu tubuh fisik menjadi Ramping dan berisi.

Alasannya karena dalam ruang gelap, apa yang kita makan dan minum diatur dengan jenis dan jumlah yang sudah dipaket. Dalam kondisi gelap tidak ada orang yang bisa memilih dan memilah makanan. Oleh karena itu makanan dan minuman memang sudah dipaket dan minuman sudah dibotolkan,  makanan juga sudah di-rantangan. Setiap paket makanan juga diisi dalam kantong secara terpisah dan sudah dihitung berapa jumlahnya sehingga tidak ada yang makan lebih dan tidak ada yang kekurangan.

Di pagi, siang dan malam hari makanannya buah-buahan, kacang-kacangan dan air minum berupa sup dan pembersih usus, pembersih darah dan pembunuh parasit produk Unicity.

Pada tahun 2013 Mantak Chia mulai mensuplai suplemen yang berguna untuk pembersihan dan detoxifikasi. Beliau katakan bagi siapa saja yang tidak sanggup atau tidak sempat datang ke Tao Garden untuk detoxifikasi dapat membeli suplemen yang sudah tersedia ini untuk membunuh parasit, membersihkan tubuh dan melangsingkan tubuh. Ada banyak produk yang dapat Anda baca di link unicity.asia.

Tetapi itu sampingan. Yang utama ialah bentuk dan jenis latihan secara Alkimia Dalam dan Tao Yin yang dilakukan sejak dari pagi sampai malam hari (waktu tidur). Praktek-praktek ini membantu kita mengolah keseluruhan organ dan bagian-bagian tubuh kita secara saksama sehingga tidak ada bagian tubuh yang terabaikan.

Karena mata luar tidak dapat melihat, gelap gulita, sehingga mata membelokkan dirinya ke dalam, yaitu ke dalam tubuh sendiri, dan berusaha secara alamiah melihat apa yang dapat dilihat. Pada saat kita lakukan praktek-praktek Inner Traditions maka terjadilan komunikasi tak terhalang dan langsung dari mata kepada organ manapun yang ada dalam tubuh. Waktu mata terbuka, mata kita melihat apa yang ada di luar, sehingga sulit melihat ke dalam. Pada saat tertutup atau gelap-gulita, satu-satunya yang dapat dilihatnya ialah organ dalam.

Dalam kondisi seperti ini ada latihan yang ditujukan satu per satu kepada setiap organ dan bagian tubuh, yaitu Lima Organ Utama: paru-paru, buah pinggang, liver, jantung, perut dan limpa dan organ seksual. Pada saat yang sama kita dapat memerintahkan misalnya perut untuk mengecil, Tan Tien untuk mengecil, pusar untuk mengencang, organ seksual misalnya vagina mengecil dan menempit, misalnya. Secara keseluruhan, perintah seperti “perut mengecil” mudah sekali diikuti oleh perut, karena ia terkoneksi langsung dengan mata, pikiran dan tindakan yang dilakukan (gerakan) membantu proses.

Saya sudah lihat dan dengar banyak sekali orang berusaha sekuat-tenaga mengecilkan badan. Saya juga sudah lihat dan dengar kebanyakan mereka gagal mencapai tujuan menjadi lebih kecil atau ramping. Saya lihat dan dengar kebanyakan mereka meminum kapsul dan tablet pengurusan badan yang bertebaran di semua tempat di muka Bumi. Saya juga tahu tidak banyak orang tahu tentang Unicity.asia dan tentang darkroom retreat sebagai solusi pengurusan badan. Saya harap dengan tulisan ini sedikit membuka mata. 

Menjadi Guru dan Dokter Sendiri