Menaruh tangan di Jantung adalah cara praktis menenangkan nya

“Keep a quiet heart, sit like a tortoise, walk sprightly like a pigeon and sleep like a dog.”

“Keep a quiet heart, sit like a tortoise, walk sprightly like a pigeon and sleep like a dog”..

Keep Calm and Listen to Your Heart
Keep Calm and Listen to Your Heart

Artinya: jagalah hati tetap tenang, seperti kura-kura darat, jalanlah springhtly seperti merpati dan tidurlah seperti seekor anjing. Jawaban dari seorang Ibu berusia 256 tahun ini merupakan sebuah ungkapan yang telah saya terbitkan di artikel “Kisah Kita Semua” (256 Years Old Man Breaks The Silence Before His Death And Reveals SHOCKING Secrets To The World)

Kalimat yang berisi RUMUS EMAS (Goldern Rules) untuk hidup berumur panjang ini keluar dari bibir sang nenek-moyang berusia duaratus tahun lebih ini pada saat ditanyakan oleh seorang penanya “Apa rahasia umur panjang?”

Dan jawabannya sungguh mengejutkan. Bukan Omega-3, bukan multi-vitamin, bukan makan baik-baik, tidak dikatakan makan banyak buah dan daun-daun, tidak juga barang-barang modern lainnya.

Kalau seorang barat di Amerika Serikat atau Inggris diajukan pertanyaan ini, dia kemungkinan besar akan menjawab, “Banyak makan daun-daunan, jauhi makan daging sama sekali, perbanyak minyak ikan, lakukan yoga tiap hari, …” dan sejenisnya.

Kalau saya tanyakan kepada orang di non-Barat, seperti di Malaysia, Indonesia, Papua New Guinea, Vanuatu, maka jawaban seperti “Ya, yang penting banyak beralam, banyak berdoa, perbayak sedekah, insya Allah, akan diberikan umur panjang!”

Si Nenek-Moyang ini memberikan empat jawaban (1) pertama, “keep a quiet heart“, (2) kedua, “sit like a tortoise“; (3) Ketiga, “walk sprightly like a pigeon” dan (4) keempat “sleep like a dog

PERTAMA: Jagalah Hatimu “Tetap Tenang”

Apa artinya hati tetap tenang? Artinya hati kita jangan selalu memikirkan yang negatif, jangan selalu memarahi orang, jangan selalu mencurigai orang. Hati harus tenang artinya hati kita harus memikirkan hal-hal yang baik.

Dalam ajaran agama modern kita pasti akan diperintahkan untuk (1) selalu berdoa; (2) selalu pergi ke tempat ibadah, dan tidak melupakan sholat/ berdoa pagi, siang, sore, malam; (3) hafalkan ayat Kitab Suci, (4) Apapun yang terjadi pasrah kepada Tuhan, jangan mengeluh, dan sejenisnya.

Dalam masyarakat modern kita akan diberitahukan jawaban seperti ini, (1) perbanyak rekreasi, (2) jauhi diri dari alat-alat elektronik dan telepon waktu tidur/ di kamar tidur; (3) makan vitamin yang menenangkan hati, dan jangan lupa minum jus buah manggis segelas sehari; (4) terimalah semua yang terjadi sebagai pelung untuk maju dalam usaha-usaha yang dijalani, jangan berpikir tentang masalah, tetapi pikirkanlah tentang jalan-jalan keluar.

Hati-mu tetap tenang bukan berarti kita menjauhi kehidupan dan segala permasalahannya, tetapi berarti “menerima semuanya sebagaimana adanya” dan “secepatnya melewatinya”. Saya kira inilah cara yang paling bisa untuk menjaga “hati tetap tenang”. Bukan menghindari, bukan membius, bukan merekayasa hati, tetapi tetap menjaganya sederhana, menerima segalanya sebagaimana adanya, tetapi “harus cepat melupakannya“.

Bagaimana cara “Cepat melupakannya?”

Menaruh tangan di Jantung adalah cara praktis menenangkan nya
Menaruh tangan di Jantung adalah cara praktis menenangkan nya

Cara yang termudah dan tercepat ialah, “meletakkan tangan ke jantung” dan “tarik dan keluarkan nafas panjang-panjang”.

Secara alamiah kita lakukan ini, bukan? Kita selalu memegang dada kita secara otomatis, tanpa pelajaran yoga, UHTS atau penasehat kesehatan manapun, kita semua secara alamiah melakukan ini. Cuman kita perlu meningkatkannya menjadi sebuah praktek hidup sehari-hari saat mengalamai masalah kehidupan.

Sekali lagi orang-orang agama dan psikolog, pendidik dan psikiater akan memberikan jawaban yang lain, tetapi menurut Universal Healing Tao System (UHTS), kita menjaga hati kita dengan cara “menyambut, mengolah dan mendaur-ulang yang kita anggap sebagai hal-hal negatif, dan memperkaya hal-hal yang kita anggap positif” sehingga tidak ada positif berlebihan dan tidak ada negatif berlebihan juga, semuanya menjadi optimal dan seimbang.

Keseimbangan antara positif dengan negatif inilah yang disebut dengan “hati yang tenang”.

Keeping HealthyDalam UHTS terdapat paling dasar ada “Inner Smile” dan “Six Healint Saounds” serta cosmic orbits seperti yang saya sebutkan sebelumnya dalam blog Kisah Kita Semua.

“Keep a quiet heart” tidak berarti kita menghindari persoalan-persoalan hidup, tetapi menghadapinya dengan enteng, sebagai sebuah realitas kehidupan, tidak selalu melekat dan menempelkan diri kepada apa saja yang terjadi, apa saja yang kita miliki, yang kita dengar, yang kita rasakan, yang kita lihat.

Melakukan “orbit kosmik mikro” (micro-cosmic orbit) dan praktek UHTS lainnya membantu kita memfokuskan perhatian kita kepada organ yang ada di dalam tubuh kita sendiri, jagatraya yang sudah ada di dalam diri kita sendiri, realitas yang sesungguhnya sebagai pantulan dari realitas jagatraya makro.

Sumber ketengan hati ada di dalam “hati” itu sendiri, yaitu di dalam “jantung kita”. Dengan Inner Smile dan Six Healing Sounds kita secara langsung berurusan dengan “hati” dari sisi emosi, warna, elemen, bunyi, hewan, konstelasi dan warna mereka sehingga dengan semua aspek dan unsur ini, kita dapat menjaga hati kita tetap tenang.

Saya ulangi sekali lagi, selain melakukan ini, kita sendiri harus melatih hati kita, agar dengan mudah, dan dengan cepat-cepat melewati apa yang terjadi sebagai sebuah perjalanan hidup. Jangan berpikiran seperti ini

  • Kenapa ini terjadi
  • Saya tidak terima dengan ini
  • Seharusnya seperti ini boleh, kalau ini…
  • Siapa yang salah dalam hal ini, saya harus salahkan siapa…

Ini di antara pergumulan hati yang berlawanan dengan “hati tetap tenang”.

Orang-orang yang responsif, reaktif, pesimistk pasti tidak punya hati yang tenang, pasti selalu mencari-tahu kesalahan-kesalahan orang lain, pasti sulit melupakan apa yang telah terjadi barusan tadi.

Hidup kita seharusnya “mengalir saja”, tidak balik, tidak berhenti, tidak memutar, dia mengalir, ke manapun dia pergi, dari sisi waktu dan tempat.

[bersambung untuk jawaban kedua, ketiga dan keempat]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *