Tag Archives: Jhon Kwano

Jhon Yonathan Kwano, diberikan tugas sebagai “Associate Instructor” sejak 24 Januari 2015

Darkroom Retreat (3): Jalan untuk Membersihkan Rohani

Darkroom retreat ternyata bukan hanya membersihkan tubuh secara fisik, tetapi terutama dirintis oleh para pendahulu tao dan dirancang oleh Grandmaster Mantak Chia dalam sebuah paket Universal Healint Tao (Penyembuhan Universal Tao) untuk membantu memuluskan atau meringankan atau memperlancar perjalanan rohani.

Rohani kita dibantu dengan berbagai kegiatan saat kita di ruangan gelap selama seminggu, dua minggu, tiga minggu dan empat minggu sehingga kita akhirnya dapat merasakan betapa beban hidup kita terangkat, beban pikiran kita lenyap, dan persoalan hidup menjadi kosong. Saat kekosongan itu terjadi, maka secara otomatis terisi oleh energi positif yang sedang ada di sekitar hidup kita sehingga hidup ini menjadi ringkan dan mudah dijalani.

Selain ringan, jarak antara Tuhan dan manusia menjadi sangat dekat,  yaitu jarak antara dunia roh dengan alam fisik menjadi semakin tipis. Saya bisa merasakan aura teman sekamar, aura instruktur dan master dengan lebih mudah. Saya bisa merasakan apa yang diinginkan teman dengan lebih baik, lebih tajam. Kalau teman saya butuh sesuatu dan kebutuhan dia muncul dalam pikirannya, saya sudah bisa merasakannya.

Walaupun ruangan gelap-gulita, saya juga bisa rasakan dengan jelas kalau ada orang lain sedang lewat. Sampai-sampai ada teman saya dari Jerman yang sudah bisa membedakan warna aura masing-masing peserta sehingga dia tanpa melihat dengan mata fisiknya, sudah bisa membaca aura kita. Ia selalu membantu saya mengambilkan makanan dan minuman di meja petugas dan mebantu saya mengambilkan handuk atau sabun pada saat saya kebigungan. Saya sempat tanyakan dia apa yang menyebabkan dia begitu peka terhadap energi manusia ataupun benda, tetapi dia sendiri tidak dapat menjelaskannya.

Saat berkonsultasi dengan Grandmaster Mantak Chia beliau menyampaikan bahwa memang masing-masing orang memiliki kelebihan dan keterbatasan secara alamiah, ada yang diturunkan secara gene, ada pula yang dikembangkan dalam pelatihan-pelatihan yang diberikan. Beliau menjelaskan banyak gerakan yang membantu kita membangun jalan kepada kehidupan rohani yang peka dan melek secara rohani.

Perubahan ini terjadi sangat nyata, dan saya berdoa supaya pengalaman ini terus saya alamid an dalami di masa-masa yang akan datang, khususnya di tahun 2016 nanti.

Darkroom Retreat (2): Jalan Kompas Menguruskan Badan

Darroom Retreat benar-benar membantu tubuh fisik menjadi Ramping dan berisi.

Alasannya karena dalam ruang gelap, apa yang kita makan dan minum diatur dengan jenis dan jumlah yang sudah dipaket. Dalam kondisi gelap tidak ada orang yang bisa memilih dan memilah makanan. Oleh karena itu makanan dan minuman memang sudah dipaket dan minuman sudah dibotolkan,  makanan juga sudah di-rantangan. Setiap paket makanan juga diisi dalam kantong secara terpisah dan sudah dihitung berapa jumlahnya sehingga tidak ada yang makan lebih dan tidak ada yang kekurangan.

Di pagi, siang dan malam hari makanannya buah-buahan, kacang-kacangan dan air minum berupa sup dan pembersih usus, pembersih darah dan pembunuh parasit produk Unicity.

Pada tahun 2013 Mantak Chia mulai mensuplai suplemen yang berguna untuk pembersihan dan detoxifikasi. Beliau katakan bagi siapa saja yang tidak sanggup atau tidak sempat datang ke Tao Garden untuk detoxifikasi dapat membeli suplemen yang sudah tersedia ini untuk membunuh parasit, membersihkan tubuh dan melangsingkan tubuh. Ada banyak produk yang dapat Anda baca di link unicity.asia.

Tetapi itu sampingan. Yang utama ialah bentuk dan jenis latihan secara Alkimia Dalam dan Tao Yin yang dilakukan sejak dari pagi sampai malam hari (waktu tidur). Praktek-praktek ini membantu kita mengolah keseluruhan organ dan bagian-bagian tubuh kita secara saksama sehingga tidak ada bagian tubuh yang terabaikan.

Karena mata luar tidak dapat melihat, gelap gulita, sehingga mata membelokkan dirinya ke dalam, yaitu ke dalam tubuh sendiri, dan berusaha secara alamiah melihat apa yang dapat dilihat. Pada saat kita lakukan praktek-praktek Inner Traditions maka terjadilan komunikasi tak terhalang dan langsung dari mata kepada organ manapun yang ada dalam tubuh. Waktu mata terbuka, mata kita melihat apa yang ada di luar, sehingga sulit melihat ke dalam. Pada saat tertutup atau gelap-gulita, satu-satunya yang dapat dilihatnya ialah organ dalam.

Dalam kondisi seperti ini ada latihan yang ditujukan satu per satu kepada setiap organ dan bagian tubuh, yaitu Lima Organ Utama: paru-paru, buah pinggang, liver, jantung, perut dan limpa dan organ seksual. Pada saat yang sama kita dapat memerintahkan misalnya perut untuk mengecil, Tan Tien untuk mengecil, pusar untuk mengencang, organ seksual misalnya vagina mengecil dan menempit, misalnya. Secara keseluruhan, perintah seperti “perut mengecil” mudah sekali diikuti oleh perut, karena ia terkoneksi langsung dengan mata, pikiran dan tindakan yang dilakukan (gerakan) membantu proses.

Saya sudah lihat dan dengar banyak sekali orang berusaha sekuat-tenaga mengecilkan badan. Saya juga sudah lihat dan dengar kebanyakan mereka gagal mencapai tujuan menjadi lebih kecil atau ramping. Saya lihat dan dengar kebanyakan mereka meminum kapsul dan tablet pengurusan badan yang bertebaran di semua tempat di muka Bumi. Saya juga tahu tidak banyak orang tahu tentang Unicity.asia dan tentang darkroom retreat sebagai solusi pengurusan badan. Saya harap dengan tulisan ini sedikit membuka mata. 

Darkroom Retreat (1): Dari Pengalaman 8 – 14 Februari 2015

Darkroom Retreat atau Darkness Retreat atau Darkroom Technology, itulah namanya.

Kalau Anda baca Program dan Produk Buku, Booklet dan Kaset yang telah kami publikasikan terjemahannya dalam situs Universal Tao Indonesia ini, maka Anda akan temukan praktek “Darkroom Retreat” atau juga secara awam disebut Darkness Retreat, yaitu sebuah praktek dilakukan dalam kondisi gelap-gulita entah pada jam siang ataupun pada malam hari, tanpa cahaya sedikitpun.

Ada buku dan Booklet dari Grandmaster Mantak Chia yang menjelaskan tentang Teknologi Kegelapan (Darkness Technology) secara ilmiah menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi secara biologis (tubuh manusia) saat berada dalam “complete darkness” selama 1-3 hari, 4-6 hari, sampai seterusnya hingga selama sebulan berada dalam kegelapan penuh.

Saya, Jhon Yonathan Kwano sedang menerjemahkan sejumlah penjelasan dalam bentuk brosur, situs web dan buku, kartu dan gambar yang menjelaskan bahwa Darkroom Retreat ialah tingkatan tertinggi dari praktek Inner Traditions, yang dimulai dengan Inner Smile dan Six Healing Sounds (Senyum Dalam/ Kedalam dan Enam Bunyi Menyembuhkan).

Saya pada awalnya merasa tidak nyaman mengikuti retreat ini. Sudah dua tahun lalu saya seharusnya mengikutinya tetapi saya membatalkannya karena masih tidak percaya diri. Tetapi setelah saya diberi hak untuk menjadi Associate Instructor, maka saya merasa berkewajiban dan harus berani mengkutinya. Tetapi kali ini saya hanya pilih paket Seminggu. Sementara paket Lengkap ialah selama tiga minggu.

Pada tahun depan saya berencana mengambil paket Tiga Minggu, setelah pulang mempraktekkan dan mengajar sebagai Associate Instructor.

Kesan pertama dan utama yang saya alami setelah keluar dari Retreat ini ialah: RINGAN: secara rohani, fisik dan mental. Cara berpikir saya menjadi ringan, cara bergerak saya secara fisik menjadi ringan dan cara mempraktekkan meditasi menjadi ringan. Artinya beban yang selama ini menghambat, seperti pikiran tentang bisnis, keluarga dan pekerjaan rumah, serta tentang berita-berita dari tanah Papua tidak begitu menjadi berat seperti sediakala. Semuanya dapat disikapi dengan lebih sederhana daripada sebelumnya.

Karena serba ringan, sehingga mimpi menjadi sangat mudah datang, bahkan dalam kondisi masih setengah bangun-pun  mimpin menjadi seperti realitas alam sadar. Tidak hanya datang cepat, tetapi mimpin juga saya dapat ingat seperti kejadian benaran. Saya akan menerjemahkan booklet dan buku berjudul Darkness Technology dan lainnya yang terkait tetapi sebagai gambaran, saya katakan bahwa dengan retreat ini dunia perbedaan antara ruang dan waktu menjadi lenyap total, antara roh dan fisik menjadi minimal sekali dan antara mental dan spiritual menjadi tipis. Yang terlihat ialah “one-ness”: kesatuan dan keutuhan dari hidup ini.

Dalam cerita berikut saya akan jelaskan apa saja yang dilakukan selama retreat ini. Tentu saja saya akan sampaikan apa saja yang saya anggap layak diketahui publik, bukan karena alasan moral tetapi karena alasan rohaniah, demi menghormati para makhluk lain yang kita jumpai dan dalam rangka tunduk kepada hukum alam semesta.

 

Hello world!

Hello World! Salam bagi kita semua!

Tanggal 24 Januari 2015 menjadi tanggal bersejarah karena tanpa disadari sebelumnya Grand Master Mantak Chia, seorang gurubesar bidang beladiri dan Tao Yoga yang dikenal di seluruh dunia saat ini mendeklarasikan Jhon Yonathan Kwano dari Tanah Papua sebagai seorang Associate Instructor dari Universal Healing Tao System.

Dengan denyut jantung berdebar-debar, saya memenuhi undangan Grand Master Mantak Chia menerima Sertifikat yang menandakan pengesahan saya sebagai Associate Instructor. Beliau katakan, “Ini baru awal, tidak ada arti apa-apa. Tetapi Anda harus tahu, bahwa semua yang apa-apa dimulai dari tidak apa-apa, dan langkah 1000 tidak ada kalau tidak ada langkah 1.”

Dengan salut dan kerendahan hati, menerima sertifikat ini, lalu saya pulang ke tempat penginapan saya setelah makan siang dan mencaritahu sebenarnya di Indonesia sudah ada Universal Healing Tao apa tidak? Saya utamakan mencaritahu lewat Mas Google.com. Ternyata Mas atau mBak google.com juga tidak punya informasi begitu banyak mengenai Universal Healint Tao Indonesia.

Yang banyak terdaftar di Google.com ialah nama “Mantak Chia” karena ada puluhan buku beliau yang pernah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia dan pernah dijual di Indonesia. Akan tetapi sejak sepuluh tahun lalu, semuanya menjadi kosong. Ternyata yang dijual di Indonesia masuk ke dalam kategori “Buku Langka”.

Setelah tidak puas, saya cari di Yahoo! dan Bing. Jawabannya sama saja.

Saya lalu menghadap si Professor of Nothingness, yaitu Prof. William Wu, yang merupakan murid pertama yang pernah dididik Master Mantak Chia dan sampai hari ini menjadi pendamping Mantak Chia yang setia. Setelah bertanya ke Denis dan Walter, keduanya Instruktur Senior di Tao Garden, mereka berdua sarankan saya bertemu William. Maka saya temui beliau.

Begitu saya sebut, “Saya berusaha mencari buku-buku dalam Bahasa Indonesia!” beliau serta-merta katakan,

“Wah, orang Indonesia itu pencuri, penipu! Dia salah satu dari teman saya, murid pertama dari Master Mantak Chia. Tetapi dia tidak pernah membayar ke Master satu sen-pun dari hasil penjualan buku-bukunya di Indonesia. Anda tahu apa yang terjadi? Beliau meninggal dunia 10 tahun lalu. Kalau Anda jahat, Tuhan tidak buta, semua orang jahat akan ditelan oleh kejahatannya sendiri.

Kalau Anda mau, Anda harus mulai dari NOL, NOL, NOL:

sambil melingkar tangannya besar-besar membentuk NOL.

Menanggapi itu saya bilang,

Saya mau berjuang, saya mau menerjemahkan ulang semuanya. Saya berbeban membantu masyarakat Indonesia dan masyarakat Papua dan masyarakat Melanesia. Tetapi sebagian besar Masyarakat Melanesia akan baca dalam versi Bahasa Inggris. Yang butuh terjemahan ialah Masyarakat Papua di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat dan masyarakat Indonesia secara keseluruhan.

Saya mau buktikan kepada Anda, sejauh mana kemampuan saya, jadi saya minta kalau ada alat penguji, silahkan uji saya.

Mendengar tantangan itu, William langsung katakan,

OK datang ke kantor saya, dan saya akan berikan beberapa bahan untuk Anda terjemahkan. Setelah itu saya akan tanyakan kepada orang Indoensia lain untuk mengecek apakah terjemahan Anda jelas atau tidak.

Saya bersedia.

Maka boleh saya katakan, pekerjaan saya yang pertama dalam Universal Healing Tao System ini sebagai seorang Associate Instructor ialah menjadi penerjemah dari berbagai buku, booklet, pamflet, brosur dan situs yang dimiliki sistem ini dari Bahasa Inggris ke dalam Bahasa Indonesia.

Mohon dukungan dari semua pihak di seluruh Indonesia untuk pekerjaan mulia ini, pekerjaan yang akan membawa damai, sukacita dan kedamaian hidup di antara manusia di mana-pun “Chi” mengalir mencari penyeimabgan dan keseimbangan.