Tag Archives: Inner Smile

Jagalah Hati yang Tenang, Duduk Seperti Kura-Kura, Jalan Seperti Merpati dan Tidur Seperti Anjing

Jagalah hati yang tenang, duduk seperti kura-kura darat, jalan seperti merpati dan tidur seperti anjing, “‘Keep a quiet heart, sit like a tortoise, walk sprightly like a pigeon and sleep like a dog.’

Saya sudah uraikan satu per satu, dalam empat artikel, tetapi artikel ini saya tulis ulang sebagai rangkuman untuk membantu kita melihat kembali apa yang dimaksudkannya.

Dalam Universal Healing Tao System (UHTS) kita belajar banyak hubungan-hubungan antara hewan, organ tubuh, elemen bumi, konstelasi jagatraya, warna, bunyi, rasa, dan begitu rumit. Kita perdalam lagi empat hal di atas (!) hati tenang (2) kura-kura duduk (3) merpati jalan (4) anjing tidur.

Pertama adalah hati: Kendali dan Komando Tubuih ada di Hati

Hati dalam UHTS berwarna merah, sifatnya panas, emosinya marah, geram, kejam, dan untuk menetralisirnya kita harus menyiraminya dengan “senyum”.

Dalam Inner Smile dan Six Healing Sounds, kita lakukan senyuman-senyuman ke jantung dengan menaruh tangan di dada kita dan mengatakan kepada hati untuk tetap tenang.

Hati yang panas, begitu kita kaget, begitu kita marah, selalu kita harus pegang jantung kita, dan jangan lupa “SENYUM!” kepada jantung, senyum kepada jantung, dan senyumlah terus kepada jantung.

Katakan kepada jantung “It’s OK! Be happy! You are right!” dan tanam, siram, pupuk dan kembang-biak-kanlah senyum kepada jantung Anda.

Dari pusat komando dan pusat kendali, pusat emosi sana keluar kesejukan, ketenangan, cinta-kasih, dan kelemah-lembutan, maka perintah sang nenek-moyang menyuruh kita menjaga hati dengan tenang itu bisa terwujud.

Kedua, duduklah seperti kura-kura darat

Dalam praktek micro-cosmic orbit (orbit kosmik mikro) kita kenal satu gerakan dasar disebut “gerakan leher kura-kura). Saya pernah tanyakan kepada Grandmaster Mantak Chia, “Ini gerakan hampir sama dengan gerakan leher bebek, tetapi kenapa disebut kura-kura?”

Sang Grandmaster menjawab,

Tortoises in Taoist symbolism represent long life/immortality, happiness/equipoise through acceptance of reality, and earth elemental energy. It also is used in the major visual theme of Tortoise & Snake. The Tortoise shell is the representation of all the material plane and the snake is resting on it moving up into the air.

Jadi, arti kura-kura tidak sesederhana yang saya sangka. Ternyata maknanya mendalam. Terutama cara dia duduk menjadi pelajaran di banyak praktek Taoisme dan secara khusus UHTS. Gerakan ini telah saya gunakan berkali-kali dan saat saya melakukannya saya terbantu banyak dari sakit punggung dan rasa lelah.

Saat saya dudu kura-kura, saya rasakan lebih banyak energi mengalir ke atas, ke punggung, perut, leher, kepala, mahkota kepala.

Dalam Yoga dikenal dengan nama “Kundalini” dan dalam UHTS kita sebut sebagai Chi. Chi dalam bahasa sehari-hari saya sebut “daya”, sekeluarga dengan daya listrik, daya mengalir di dalam tubuh kita. Dengan duduk seperti kura-kura, saya temukan energi Chi mengalir lebih cepat dan lebih mudah.

Kalau energi mengalir dengan lancar dan mudah, maka secara otomatis berarti tubuh kita sehat. Mati kan artinya nafas berhenti, energi tidak mengalir, jadi kalau kita terbiasa mengalirkan energi dengan posisi kura-kura darat, kita niscaya mendapatkan umur panjang.

Ketiga, berjalan seperti merpati

Dalam pemahaman UHTS, atau secara umum dalam budaya China, merpati mewakili energi dasar. Secara umum merpati mewakili roh, perdamaian. Huruf China merpati melambangkan simbol Taoisme untuk merpati artinya energi dasar. Hubungannya ialah harmoni, gairah, energi, mentalitas, energi seksual, dan sejenisnya dalam praktek-praktek membangkitkan energi Kundalini.

Gerakan-gerakan Taoist seperti dalam Tai Chi, Tao Yin, Tao Yang, Chi Kung menunjukkan betapa gerakan-gerakan ini terjadi secara lincah dan harmoni, berdaya tinggi tetapi dipicu oleh daya elementer, daya bumi yang harmonis dengan daya tubuh kita.

Gerakan dan praktek yang dilakukan seperti merpati sangat membantu dalam menggerakan sendi-sendi, sum-sum dan gerakan tubuh kita. Dengan gerakan tubuh yang demikian, maka aliran chi di dalam tubuh kita menjadi merata, dan ini membantu usia kita menjadi panjang.

Keempat, tidur seperti anjing

Dalam pandangan saya, maksudnya ialah “tidurlah kapan saja, di mana saja anda merasa mengantuk dan bangunlah secepatnya kapan saja anda harus bangun!” Saya kira itulah cara tidur dan bangun dari anjing.

Di waktu pagi, kita seharusnya sudah bangun, sama seperti anjing bangun, dan melakukan gerakan-gerakan dan kegiatan-kegiatan untuk menghangatkan tubuh kita.

Banyak senam, gerakan dan praktek yang diajarkan yang bisa kita lakukan. Tetapi pada waktu kita merasa mengantuk,

ayo marilah kita tidur, dan mari kita tidur dengan pulas, dengan sepenuhnya, sama dengan cara tidur anjing dan bilamana kita bangun, mari bangun langsung, dan langsung beraktivitas, sama seperti anjing

***

Kesimpulannya, teruslah bermeditasi kapan saja, terutama setelah bangun dan sebelum tidur, lakukanlah Inner Smile dan Six Healing Sounds, menyanyi atau membaca, untuk menenangkan pikiran dan hati.

Biasakanlah dengan posisi duduk yang tepat, sehingga posisi duduk tidak menghambat aliran Chi, yang akan mengantarkan darah mengalir ke seluruh tubuh.

Pada saat melakukan kegiatan fisik, lakukanlah dengan gembira, tidak dengan mengeluh, bersusah hati. Bergiranglah selalu, karena dengan demikian semangat terpelihara.

Dan di manapun dan kapanpun, tetapi terutama di akhir dari hari, bilamana mau beristirahat, tidurlah dengan pulas dan bangunlah kapan saja.. Kapan saja mau tidur, tidurlah, kapan saja mau bangun, bangunlah. Belajarlah tidur dan bangun dari anji.

Tuhan, saya mohon kepada-Mu, berilah hamba-Mu umur panjang!

UHTS Cocok untuk Para Tukang Emosional di Indonesia

Saya sebagai satu-satunya wakil dari Indonesia, terutama wakli dari Melanesia yang selama 5 tahun terakhir belajar di Universal Healing Tao System merasa bangga bahwa ada banyak yang dapat saya persembahkan kepada manusia di dunia ini. Terutama sekali situasi Indonesia yang penuh dengan amarah dan kebencian, caci-maki dan dengki, merupakan sebuah fenomena yang harus kita rangkul, sesuai dengan rumus Yin dan Yang, keduanya kita harus belajar kelola yang negatif menjadi kekuatan, dan yang positif menjadi bertambah dan berbuah, yang satu tidak melebih yang lain, tetapi yang satu mengimbangi yang lain.
Paradigma berpikir dualisme yang mempertentangkan haruslah kita tinggalkan dan kita gantikan dengan dualisme yang complementary dan interdependence, balancing forces, yang melahirkan keselarasan hidup.
Saya harap setelah pulang ke Indonesia, ada orang Indonesia yang mau belajar. Terutama sekali saya harap Pak Ahok mau belajar dari UHTS ini, agar biar kalau Tuhan beri dia waktu menjabat kembali Gubernur DKI Jakarta, maka mereka akan melihat Basuki yang murah senyum, Ahok yang segar dengan wajah adem, dan Ahok yang tegas tetapi tidak emosional.
UHTS atau Universal Healing Tao System mengajarkan langkah demi langkah, aspek demi aspek, tindakan demi tindakan yang dapat kita lakukan untuk menyembuhkan atau lebih tepat menetralisir berbagai emosi negatif yang selalu menghantui kehidupan kita.
Pertama saya ikut UHTS tahun 2015. Alasan utama saya karena saya mau mendedikasikan diri saya untuk bangsa Papua dan juga kita di seluruh Indonesia sehingga pada waktu mendatang kita tidak tampil di tempat publik, di layar televisi, di mimbar khotbah dan dakwah, di pengadilan, di tempat demonstrasi dengan wajah-wajah, nada-nada, dan kalimat-kalimat emosional, tidak rasional, dan kalaupun rasional, rasio yang penuh dendam dan dengki.
Suasana emosi sosial yang ada di Indonesia sejak Orde Baru runtuh tidak kita selidiki secara mendalam. Padahal suasana emosional masyarakat di Indonesia sudah ambruk, lebih emosional daripada rasional, dan rasional kita semakin banyak dikuasai oleh emosi kita. Kalau kehidupan kita dalam pribadi maupun keluarga, suku, bangsa dan bernegara dikuasai dan dikendalikan oleh “emosi”, maka semua orang bisa bayangkan apa yang dapat terjadi.
Emosi memang bagus bagi para penguasa, dan para pengusaha, digunakan untuk mengolah kekuasaan. Tetapi emosi adalah penyakit prikologis personal. Kalau emosi sudah memasyarakat, maka ia telah menjadi penyakit sosial di Indonesia.
Saya selalu nonton TV, baca pernyaaan para politisi, dan lebih-lebih tokoh agama di Indonesia. Hampir semuanya penuh dengan emosi, benci, curiga dan amarah. Indonesia sudah kehilangan air, tidak ada yang menyirami kepanasan ini.
Saya berdoa kepada Tuhan, supaya UHTS yang saya pelajari ini, paling tidak memberikan setetes air yang membantu mendinginkan emosi masyarakat Indonesia yang panasnya sudah melebihi 100 derajad celcius.

Darkroom Retreat (1): Dari Pengalaman 8 – 14 Februari 2015

Darkroom Retreat atau Darkness Retreat atau Darkroom Technology, itulah namanya.

Kalau Anda baca Program dan Produk Buku, Booklet dan Kaset yang telah kami publikasikan terjemahannya dalam situs Universal Tao Indonesia ini, maka Anda akan temukan praktek “Darkroom Retreat” atau juga secara awam disebut Darkness Retreat, yaitu sebuah praktek dilakukan dalam kondisi gelap-gulita entah pada jam siang ataupun pada malam hari, tanpa cahaya sedikitpun.

Ada buku dan Booklet dari Grandmaster Mantak Chia yang menjelaskan tentang Teknologi Kegelapan (Darkness Technology) secara ilmiah menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi secara biologis (tubuh manusia) saat berada dalam “complete darkness” selama 1-3 hari, 4-6 hari, sampai seterusnya hingga selama sebulan berada dalam kegelapan penuh.

Saya, Jhon Yonathan Kwano sedang menerjemahkan sejumlah penjelasan dalam bentuk brosur, situs web dan buku, kartu dan gambar yang menjelaskan bahwa Darkroom Retreat ialah tingkatan tertinggi dari praktek Inner Traditions, yang dimulai dengan Inner Smile dan Six Healing Sounds (Senyum Dalam/ Kedalam dan Enam Bunyi Menyembuhkan).

Saya pada awalnya merasa tidak nyaman mengikuti retreat ini. Sudah dua tahun lalu saya seharusnya mengikutinya tetapi saya membatalkannya karena masih tidak percaya diri. Tetapi setelah saya diberi hak untuk menjadi Associate Instructor, maka saya merasa berkewajiban dan harus berani mengkutinya. Tetapi kali ini saya hanya pilih paket Seminggu. Sementara paket Lengkap ialah selama tiga minggu.

Pada tahun depan saya berencana mengambil paket Tiga Minggu, setelah pulang mempraktekkan dan mengajar sebagai Associate Instructor.

Kesan pertama dan utama yang saya alami setelah keluar dari Retreat ini ialah: RINGAN: secara rohani, fisik dan mental. Cara berpikir saya menjadi ringan, cara bergerak saya secara fisik menjadi ringan dan cara mempraktekkan meditasi menjadi ringan. Artinya beban yang selama ini menghambat, seperti pikiran tentang bisnis, keluarga dan pekerjaan rumah, serta tentang berita-berita dari tanah Papua tidak begitu menjadi berat seperti sediakala. Semuanya dapat disikapi dengan lebih sederhana daripada sebelumnya.

Karena serba ringan, sehingga mimpi menjadi sangat mudah datang, bahkan dalam kondisi masih setengah bangun-pun  mimpin menjadi seperti realitas alam sadar. Tidak hanya datang cepat, tetapi mimpin juga saya dapat ingat seperti kejadian benaran. Saya akan menerjemahkan booklet dan buku berjudul Darkness Technology dan lainnya yang terkait tetapi sebagai gambaran, saya katakan bahwa dengan retreat ini dunia perbedaan antara ruang dan waktu menjadi lenyap total, antara roh dan fisik menjadi minimal sekali dan antara mental dan spiritual menjadi tipis. Yang terlihat ialah “one-ness”: kesatuan dan keutuhan dari hidup ini.

Dalam cerita berikut saya akan jelaskan apa saja yang dilakukan selama retreat ini. Tentu saja saya akan sampaikan apa saja yang saya anggap layak diketahui publik, bukan karena alasan moral tetapi karena alasan rohaniah, demi menghormati para makhluk lain yang kita jumpai dan dalam rangka tunduk kepada hukum alam semesta.