Category Archives: Hidup Sehat

6 Arti Warna Lidah Yang Bisa Deteksi Kondisi Kesehatan Tubuh, Kenali Sinyal Ini Sebelum Terlambat

TRIBUNSTYLE.COM – Pada dasarnya tubuh memang bisa memberikan sinyal jika sedang mengalami gangguan atau masalah kesehatan.

Salah satu organ yang bisa memberikan sinyal itu adalah lidah.

Karena lidah bisa berubah-ubah warna sesuai dengan kondisi tubuh.

Lidah adalah gabungan otot yang kaya akan pembuluh darah.

Sehingga ketika terjadi perubahan tekstur, kelembaban, dan warna padanya menunjukkan adanya masalah kesehatan.

Jadi lidah adalah salah satu pendeteksi adanya penyakit dalam tubuh.

Umumnya lidah yang sehat akan berwarna merah muda atau pink.

Nah berikut arti lidah berdasarkan kondisi kesehatan tubuh, yang dulansir TribunStyle dari Boldsky.

1. Lidah berwarna biru

 Coated Arms
Coated Arms ()

Warna biru pada lidah timbul sebagai akibat darah yang dingin atau aliran sangat lambat.

Lidah yang berwarna biru juga menunjukkan seseorang memiliki penyakit ginjal.

2. Lidah berwarna putih

 seeDoc
seeDoc ()

Lidah yang berwarna putih disebabkan karena dehidrasi.

Selain itu juga merupakan tanda rongga mulut terkena infeksi jamur atau bakteri.

3. Lidah berwarna ungu

 irys.tk
irys.tk ()

Jika lidah berwarna ungu merupakan tanda tubuh mengalami penyakit bronkitis kronis.

Selain itu juga pertanda kadar kolestrol tinggi dan terlalu banyak makanan yang dingin.

4. Lidah berwarna hitam

 Exodontia.Info
Exodontia.Info ()

Jika lidah tiba-tiba berwarna hitam harus perlu waspada.

Karena perubhana ini merupakan gejala diabetes, penggunaan antibiotik dan kesehatan mulut yang buruk.

5. Lidah berwarna coklat

 Wellness Lab
Wellness Lab ()

Lidah yang berwarna coklat merupakan tanda awal terkena kanker kulit.

Jika warna lidah tersebut semakin gelap maka segera konsultasikan ke dokter.

• Benarkah Minum Kopi Bisa Kurangi Kemampuan Lidah Rasakan Manis? Begini Penjelasannya!

6. Lidah berwarna merah

 Heal Cure
Heal Cure ()

Biasanya jika suhu tubuh melonjak maka lidah akan berubah warna menjadi merah.

Perubahan warna merah ini bisa disebabkan oleh demam berdarah, kekurangan folat, kekurangan vitamin B3 dan B12.

Itulah arti 6 warna lidah terhadap kondisi kesehatan yang perlu diketahui.

Dengan mengenal tanda-tanda tersebut bisa mencegah berbagai masalah kesehatan yang tidak diinginkan. (TribunStyle.com/Ika Bramasti).

Mengapa Google Menjadi Tempat Kerja Paling Membahagiakan?

Mengapa Google Menjadi Tempat Kerja Paling Membahagiakan? Ini salah satu rahasianya.

Google.com
Google.com

Gajinya besar, makan besar hingga cemilan gratis, disediakan tempat tidur siang, disediakan berbagai sarana olahraga dan games, desain kantornya keren banyak spot selfie.

Semua Itu memang bikin asyik kerja di google. Tapi ada satu hal yang nggak banyak orang tahu, yang membuat Google menjadi salah satu tempat kerja paling membahagiakan di planet ini.

Chad Meng, salah seorang insinyur, salah seorang assabiquunal awwaluun di Google (dia karyawan no 107) adalah otak yang merancang sebuah program utk menciptakan suasana membahagiakan di Google.

Dia menggagas sebuah program untuk karyawan google namanya Search Inside Yourself. Programnya banyak dan unik2. Tapi saya mau share satu aja yang menurut saya simple tapi sangat berguna.

Meng mengajarkan sebuah latihan pikiran selama 10 detik saja. Pikirkan dua orang yang ada di ruangan ini, lalu katakan dalam hati “Saya mendoakan dengan tulus agar si A bahagia, Saya mendoakan dengan tulus agar si B bahagia,”.

Latihan simpel ini ternyata telah mengubah banyak orang. Setiap orang yang sudah mempraktikkan ini akan tersenyum dan merasa lebih bahagia dibanding 10 detik yang lalu.

Meng pernah mengajarkan praktik ini di sebuah seminar pada selasa malam. Dia menyarankan kepada audiens untuk mempraktikkannya besok saat kerja. 10 detik setiap jam. Pilih secara acak dua orang yang melintas di kantornya. Karena ini cuma dalam pikiran, tidak ada hal yang menyulitkan atau memalukan.

Pada hari Rabu Meng mendapat email dari salah seorang yang mempraktikkan latihan ini: “I hate my work, I hate coming to work every single day. But Inattended your talk on Monday, did the homework on Tuesday, and tuesday was my happiest day in 7 years.”

Mengapa praktik ini begitu efektif untuk menciptakan suasana bahagia dlm hati?

Ketika mempraktikkan latihan ini saya baru sadar bahwa sumber stress adalah karena kita sibuk memikirkan diri kita. Coba cek doa-doa kita. 99% untuk kebaikan, kebahagiaan, kekayaan diri kita sendiri.

Kayaknya nggak pernah deh kita menyelipkan doa untuk tetangga yang lagi susah, tukang mie tek tek yang malam2 lewat, atau petugas PLN yang ngecek meteran.

Padahal salah satu sumber kebahagiaan itu ternyata adalah melakukan kebaikan untuk orang lain, altruisme.

Dan sebaliknya, sumber ketidakbahagiaan adalah selfish, egoisMe, selalu Me Me Me (aku aku aku).

Mari kita saling mendoakan dan praktekkan, semoga kita menjadi orang yg bahagia..

Selamat pagi Frens!

Mari
Rajin2 Baca Script, Saling Mendoakan dan mengucapkan 4 kata yang menyejukan:
I’m Sorry
Please Forgive Me
I Love You
Thank You

Sumber: https://www.facebook.com/ 

Pelajaran dari Tao Garden tentang Cara Makan yang Sehat

Ada dua pelajaran yang hendak saya berbagi dalam catatan ini, selain pelajaran pertama yang sudah saya bagikan tadi: yaitu tentang jadwal makan dan minum sesuai dengan “body-clock” yang sudah dipasang Sang Pencipta sejak kita terbentuk sebagai janin di kandungan ibu kita. Pertama ialah cara makan, dan kedua ialah jenis makanan

Dalam retreat ini kita makan pagi dengan satu buah apel, dua buah korma, 5 biji kacang tanah, teh jahe (tanpa gula tentunya) dan beberapa kapsul pembersih ginjal, liver dan usus. Makan siang adalah kacang kedelai, tomat kecil, air pembersih darah produk Unicity disebut Clhorophyle (rujuk ke toko PAPUAmart.com yang menjual semua produk Unicity). Sementara makan malam terdiri dari satu buah pear (pir) dan 5 biji kacang tanah, ditambah satu gelas teh pepaya mentah (jadi pepaya mentah direbus, dan airnya menjadi teh, bagus untuk pembersihan usus atau disebut colon cleansing).

Menurut Grandmaster Mantak Chia, dengan menu seperti ini, manusia bisa hidup sehat wala’fiat, dan malahan ini menu hidup sehat dan menu umur panjang.

Menurut apa yang saya alami di saat malam memang terasa sangat kepalaran, sampai-sampai saya hanya mengumpulkan banyak air liur di mulut, lalu menelan setelah air liur dikunyah beberapa kali, karena perut menerima air liur yang sudah dikunyah sebagai makanan. Saya lakukan ini atas petunjuk dari Grandmaster saya, dan ternyata memang benar, sepanjang 3 minggu, di malam hari bila lapar cukup saya telan air liuar yang sudah saya kunyah baik, sudah saya olah baik di mulut selama beberapa menit, lalu saya telan. Perut menerimanya sebagai makanan.

Hal kedua sangat teknis, tetapi begitu fundamental, kita harus mengunyah makanan sampai makanan menjadi cair di mulut. Menurut Mantak Chia, “Start digestion in your stomach, and hand over to stomach to continue the digestion process you have started in your mouth”. Kita mengunyah makanan yang saya sebutkan tadi, yang sangat sedikit tadi, sampai menjadi cair, benar-benar mencair, lalu mereka masuk sendiri lewat kerongkongan.

Ada ungkapan yang sering beliau ucapkan ialah “Drink Your Food, and Eat Your Liquid”. Maksudnya ialah kita minum air dan mengunyak air, bukan langsung menelan air. Kita makan sampai makanan mencair baru diizinkan masuk ke perut lewat kerongkongan dalam bentuk cairan makanan.

Kata Mantak Chia bahwa hasil dari pencernaan yang dibutuhkan tubuh ialah “Chi”, yaitu energi, atau daya. Daya inilah yang membuat seseorang atau sebuah organisme hidup. Jadi kalau tujuan dari makanan ialah untuk memberikan kekuatan kepada tubuh kita, maka kita sudah seharusnya pintar dan sudah seharusnya belajar untuk mengkonsumsi tenaga itu sendiri secara langsung daripada harus menelan makanan yang nantinya menghasilkan tenaga untuk kita hidup.

Cara mengkonsumsi “tenaga” “Chi” langsung ialah dengan mengunyah makanan sampai menjadi cair, dan meminum makanan, karena dalam proses pencairan makanan yang terjadi di mulut, terdapat proses kimiawi di mana oksigen dan nitrogen menjadi terperangkap dan terjadi fiksasi gas-gas dimaksud di dalam makanan yang kita kunyah di dalam mulut. Dengan oksigen dan nitrogen yang sudah “fixed” di dalam proses kunyah tadi kita masukkan ke dalam perut, maka perut akan menerimanya sebagai sebuah produk jadi yang dikirim, dan siap pakai. Tidak perlu di-dicerna lagi oleh perut, tetapi langsung dibagikan menurut kebutuhan tubuh.

Saat kita lapar dan lelah, kita makan dan minum akhirnya tenaga kita kembali dan kuat menjadi kuat lagi, bukan? Coba pikirkan kalau kita tahu cara mensuplai tenaga yang sudah siap pakai tanpa harus lewat pencernaan yang prosesnya lama? Kita akan hidup dengan penuh daya, walaupun tidak makan dan tidak minum. Itu boleh saya katakan sebagai target terakhir, tetapi kita harus terbiasa dan membiasakan diri makan dengan proses mengunyah yang mem-fix-kan oksigen, karena dengan demikian tubuh kita akan terbantu terbiasa meneruskannya kepada bagian organ yang membutuhkannya.

Semoga saja bermanfaat.

Source: Facebook.com

Emosi Jangan Ditekan, tetapi Perlu Ditransformasi untuk Kebajikan

Banyak buku telah saya baca, ajaran agama Kristen juga sudah hampir seumur hidup saya tekuni, saya sudah lama mencaritahu, sudah lama berdoa dan meminta kepada Tuhan untuk membantu saya mengendalikan emosi-emosi saya yang sering sekali meledak, tak terkendali. Usia saya sudah 50 tahun, mungkin karena alasan usia, ledakan emosi itu tidak lagi seperti sebelum-sebelumnya.

Akan tetapi ada satu hal yang saya temukan di awal tahun 2015, waktu itu saya hadiri sebuah konferensi tentang Kopi yang diselenggarakan oleh Chiang Mai University, Kerajaan Muang Thai <http://baliemarabica.com/2015/ksu-b…>

Saya tidak dapat bertahan dengan keramaian kota, maka saya mintakan tempat yang lebih sunyi dan saya diantar ke Tao Garden Health Spa & Resort, kata sopir taksi waktu itu, “ini tempat yang cocok buat Anda, karena ini sunyi, dan juga ada ajaran-ajaran yang penting buat Anda sebagai orang dari kampung”.

Saya sangat berhutang budi kepada sang supir taksi, saya menyesal tidak memintakan nomor teleponnya. Setelah saya diberitahu, saya menelepon Tao Garden dan book satu kamar. Setelah itu 1 jam kemudian saya sudah ada di Tao Garden. Kemudian saya ketahui bahwa persoalan “emosi”, yang selama ini saya geluti untuk saya kendalikan, dapat ditransformasi dan dimanfaatkan sebesar-besarnya sebagai energi bagi saya untuk berbuat baik dan berbagi.

Saya tidak jadi pulang selesai konferensi kopi yang berlangsung dua hari.

Selama 3 minggu selanjutnya saya habiskan di retreat Tao Garden.
Saya temukan hal yang paling sederhana, yaitu cara sederhana mengelola emosi-emosi. Grandmaster Mantak Chia katakan, pertama-tama, hapuskan pemikiran baik-buruk, kudus-kotor, salah-benar, hitam-putih. Tinggalkan keberpihakan diri kita. Semua emosi negatif dan positif tidak berarti yang negatif salah dan yang positif bagus, tetapi kita berikan kedua nama sama seperti kita berikan nama kepada seorang manusia, misalnya nama Jhon Kwano. Nama tidak berarti baik dan buruk, tetapi ia menjelaskan oknum. Emosi negatif dan emosi positif juga menyebutkan identitas emosi, tidak berarti jelek dan baik.

Yang kedua, kita harus tahu di mana emosi-emosi itu biasanya tersimpan. Dalam pemahaman Tao Healing, semua emosi terbagi-bagi ke dalam lima organ tubuh manusia, sesuai dengan lima unsur: api, air, tanah, kayu dan logam. Secara alamiah api mengandung suhu “panas”, air punya sifat mendinginkan/ memadamkan, air menguap kalau dipanaskan, api bisa mati kalau disiram air. Setelah mengidentifikasi sifat dari setiap unsur dalam organ, maka kita kaitkan dengan sifat dari masing-masing emosi. Misalnya, panas sebagai sifat api dikaitkan dengan kekejaman. Karena itu, orang kejam perlu mengelola emosi yang ada di janjtung. Saya, Jhon Kwano punya phobia ketinggian waktu itu. Rasa takut dan rasa dingin sangat berkaitan. Lihat saja seekor anjing kalau dikejar dan merasa terancam serta rasa takut, pasti dia gemetaran dan kencing. Mengapa gelap dan takut berkaitan? Karena gelap berkaitan dengan dingin dan dingin berkaitan dengan takut atau phobia. Siapa saja yang merasa dingin biasanya gemetaran, siapa saja yang merasa takut juga ada gemetaran. Sama kan? Maka untuk para penakut dan phobia seperti saya, saya harus temukan di mana letaknya organ yang mewakili atau terkait dengan air, yaitu kedua “kidneys”, (saya lupa bahasa Indonesianya apa).

Kita lakukan identifikasi semua organ dan kaitannya dengan emosi-emosi yang kita punya: rasa sedih, rasa gelisah, rasa tidak percaya, rasa takut, rasa curiga, rasa marah, dan seterusnya. Semuanya kita identifikasi dan hubungkan dengan organ dan unsur alamiah.

Ketiga, kita lakukan sejumlah proses alamiah untuk mengenal, bersalaman dengan, dan berkomunikasi dengan organ-organ kita yang menyimpan emosi-emosi dimaksud.

Keempat, setelah berkomunikasi dengan organ-organ kita yang menyimpan emosi-emosi, maka kita lakukan langkah-langkah teknis untuk berbicara dengan emosi negatif dan berkomunikasi dengan emosi positif. Misalnya, rasa curiga dan tidak cemburu biasaya tersimpan di “spleen”, daerah perut. Oleh karena itu kita berkomunikasi dengan perut kita, lalu kita identifikasi orang siapa, pihak mana yang kita curigai dan tidak percaya. Lalu kita gantikan emosi negatif dengan emosi positif, yaitu “rasa saling percaya”. Dengan demikian secara otomatis rasa curiga dan tidak percaya akan tergantikan oleh rasa percaya.

Yang kita lakukan di sini ialah kita “re-programming” tubuh kita, perasaan kita, emosi kita, otak kita. Proses ini tidak menghapuskan emosi negatif, tetapi mentranspormasi. Proses ini juga tidak menekan (suppress) emosi-emosi yang ada, tetapi mengekspresikan emosi dimaksud dan ekpresi itu dilakukan lewat transformasi.

Semain emosi ditekan, semakin kuat tekanan yang diterima emosi dimaksud, semakin dahsyat daya ledaknya. Dan kalau meledak akan berdampak tidak membangun bagi pribadi sendiri maupun bagi siapa saja terdampak oleh ledakan emosi tersebut.

UHTS Cocok untuk Para Tukang Emosional di Indonesia

Saya sebagai satu-satunya wakil dari Indonesia, terutama wakli dari Melanesia yang selama 5 tahun terakhir belajar di Universal Healing Tao System merasa bangga bahwa ada banyak yang dapat saya persembahkan kepada manusia di dunia ini. Terutama sekali situasi Indonesia yang penuh dengan amarah dan kebencian, caci-maki dan dengki, merupakan sebuah fenomena yang harus kita rangkul, sesuai dengan rumus Yin dan Yang, keduanya kita harus belajar kelola yang negatif menjadi kekuatan, dan yang positif menjadi bertambah dan berbuah, yang satu tidak melebih yang lain, tetapi yang satu mengimbangi yang lain.
Paradigma berpikir dualisme yang mempertentangkan haruslah kita tinggalkan dan kita gantikan dengan dualisme yang complementary dan interdependence, balancing forces, yang melahirkan keselarasan hidup.
Saya harap setelah pulang ke Indonesia, ada orang Indonesia yang mau belajar. Terutama sekali saya harap Pak Ahok mau belajar dari UHTS ini, agar biar kalau Tuhan beri dia waktu menjabat kembali Gubernur DKI Jakarta, maka mereka akan melihat Basuki yang murah senyum, Ahok yang segar dengan wajah adem, dan Ahok yang tegas tetapi tidak emosional.
UHTS atau Universal Healing Tao System mengajarkan langkah demi langkah, aspek demi aspek, tindakan demi tindakan yang dapat kita lakukan untuk menyembuhkan atau lebih tepat menetralisir berbagai emosi negatif yang selalu menghantui kehidupan kita.
Pertama saya ikut UHTS tahun 2015. Alasan utama saya karena saya mau mendedikasikan diri saya untuk bangsa Papua dan juga kita di seluruh Indonesia sehingga pada waktu mendatang kita tidak tampil di tempat publik, di layar televisi, di mimbar khotbah dan dakwah, di pengadilan, di tempat demonstrasi dengan wajah-wajah, nada-nada, dan kalimat-kalimat emosional, tidak rasional, dan kalaupun rasional, rasio yang penuh dendam dan dengki.
Suasana emosi sosial yang ada di Indonesia sejak Orde Baru runtuh tidak kita selidiki secara mendalam. Padahal suasana emosional masyarakat di Indonesia sudah ambruk, lebih emosional daripada rasional, dan rasional kita semakin banyak dikuasai oleh emosi kita. Kalau kehidupan kita dalam pribadi maupun keluarga, suku, bangsa dan bernegara dikuasai dan dikendalikan oleh “emosi”, maka semua orang bisa bayangkan apa yang dapat terjadi.
Emosi memang bagus bagi para penguasa, dan para pengusaha, digunakan untuk mengolah kekuasaan. Tetapi emosi adalah penyakit prikologis personal. Kalau emosi sudah memasyarakat, maka ia telah menjadi penyakit sosial di Indonesia.
Saya selalu nonton TV, baca pernyaaan para politisi, dan lebih-lebih tokoh agama di Indonesia. Hampir semuanya penuh dengan emosi, benci, curiga dan amarah. Indonesia sudah kehilangan air, tidak ada yang menyirami kepanasan ini.
Saya berdoa kepada Tuhan, supaya UHTS yang saya pelajari ini, paling tidak memberikan setetes air yang membantu mendinginkan emosi masyarakat Indonesia yang panasnya sudah melebihi 100 derajad celcius.