Darkroom Retreat (1): Dari Pengalaman 8 – 14 Februari 2015

Darkroom Retreat atau Darkness Retreat atau Darkroom Technology, itulah namanya.

Kalau Anda baca Program dan Produk Buku, Booklet dan Kaset yang telah kami publikasikan terjemahannya dalam situs Universal Tao Indonesia ini, maka Anda akan temukan praktek “Darkroom Retreat” atau juga secara awam disebut Darkness Retreat, yaitu sebuah praktek dilakukan dalam kondisi gelap-gulita entah pada jam siang ataupun pada malam hari, tanpa cahaya sedikitpun.

Ada buku dan Booklet dari Grandmaster Mantak Chia yang menjelaskan tentang Teknologi Kegelapan (Darkness Technology) secara ilmiah menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi secara biologis (tubuh manusia) saat berada dalam “complete darkness” selama 1-3 hari, 4-6 hari, sampai seterusnya hingga selama sebulan berada dalam kegelapan penuh.

Saya, Jhon Yonathan Kwano sedang menerjemahkan sejumlah penjelasan dalam bentuk brosur, situs web dan buku, kartu dan gambar yang menjelaskan bahwa Darkroom Retreat ialah tingkatan tertinggi dari praktek Inner Traditions, yang dimulai dengan Inner Smile dan Six Healing Sounds (Senyum Dalam/ Kedalam dan Enam Bunyi Menyembuhkan).

Saya pada awalnya merasa tidak nyaman mengikuti retreat ini. Sudah dua tahun lalu saya seharusnya mengikutinya tetapi saya membatalkannya karena masih tidak percaya diri. Tetapi setelah saya diberi hak untuk menjadi Associate Instructor, maka saya merasa berkewajiban dan harus berani mengkutinya. Tetapi kali ini saya hanya pilih paket Seminggu. Sementara paket Lengkap ialah selama tiga minggu.

Pada tahun depan saya berencana mengambil paket Tiga Minggu, setelah pulang mempraktekkan dan mengajar sebagai Associate Instructor.

Kesan pertama dan utama yang saya alami setelah keluar dari Retreat ini ialah: RINGAN: secara rohani, fisik dan mental. Cara berpikir saya menjadi ringan, cara bergerak saya secara fisik menjadi ringan dan cara mempraktekkan meditasi menjadi ringan. Artinya beban yang selama ini menghambat, seperti pikiran tentang bisnis, keluarga dan pekerjaan rumah, serta tentang berita-berita dari tanah Papua tidak begitu menjadi berat seperti sediakala. Semuanya dapat disikapi dengan lebih sederhana daripada sebelumnya.

Karena serba ringan, sehingga mimpi menjadi sangat mudah datang, bahkan dalam kondisi masih setengah bangun-pun  mimpin menjadi seperti realitas alam sadar. Tidak hanya datang cepat, tetapi mimpin juga saya dapat ingat seperti kejadian benaran. Saya akan menerjemahkan booklet dan buku berjudul Darkness Technology dan lainnya yang terkait tetapi sebagai gambaran, saya katakan bahwa dengan retreat ini dunia perbedaan antara ruang dan waktu menjadi lenyap total, antara roh dan fisik menjadi minimal sekali dan antara mental dan spiritual menjadi tipis. Yang terlihat ialah “one-ness”: kesatuan dan keutuhan dari hidup ini.

Dalam cerita berikut saya akan jelaskan apa saja yang dilakukan selama retreat ini. Tentu saja saya akan sampaikan apa saja yang saya anggap layak diketahui publik, bukan karena alasan moral tetapi karena alasan rohaniah, demi menghormati para makhluk lain yang kita jumpai dan dalam rangka tunduk kepada hukum alam semesta.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *