Tag Archives: afektif

Kognitif, Afektif dan Psikomotirk dan UHTS

Yang diutamakan dalam Universal Healing Tao System (UHTS) ialah “keseimangan” dan keseimbangan itu ditujukan kepada keharmonisan antara kognitif, afektif dan psikomotorik, sehingga antara apa yang kita pikirkan dan yang kita lakukan tidak saja sinkron tetapi lebih utama serasi (harmonis).

Untuk itu kita mulai dengan mengolah pemikiran kita sehingga apa yang kita pikirkan dan kita olah di dalam pikiran haruslah hal-hal yang positif, yaitu hal-hal yang tidak merusak, tidak mengganggu, tidak memboros, tidak mencelakakan, tidak menyinggung pihak lain.

Kita harus berpikiran positif, menerima segala-sesuatu sebagai hal-hal yang datang dan pergi dengan maksud dan tujuan mereka masing-masing, diterima dengan sikap dan cara yang sama.

Kognitif menyangkut aktivitas otak.

Yang termasuk dalam kognitif ada enam jenjang atau aspek, yaitu:
1. Pengetahuan/ hafalan/ ingatan (knowledge)
2. Pemahaman (comprehension)
3. Penerapan (application)
4. Analisis (analysis)
5. Sintesis (syntesis)
6. Penilaian/penghargaan/evaluasi (evaluation)

Tujuan aspek kognitif berorientasi pada kemampuan berfikir, kemampuan intelektual yang lebih sederhana, yaitu mengingat, sampai pada kemampuan memecahkan masalah yang menuntut otak menghubungakan dan menggabungkan beberapa ide, gagasan, metode atau prosedur yang dipelajari untuk memecahkan masalah. Aspek kognitif adalah subtaksonomi yang mengungkapkan tentang kegiatan mental yang sering berawal dari tingkat pengetahuan sampai ke tingkat yang paling tinggi yaitu evaluasi.

Sedangkan “Afektif” berkaitan dengan sikap dan nilai

Afektif mencakup watak perilaku seperti perasaan, minat, sikap, emosi, dan nilai.

Pakar mengatakan sikap seseorang dapat diramalkan perubahannya bila seseorang telah memiliki kekuasaan kognitif tingkat tinggi. Ciri-ciri hasil belajar afektif akan tampak pada peserta didik dalam berbagai tingkah laku.

Ranah afektif menjadi lebih rinci lagi ke dalam lima jenjang, yaitu:
1. Receiving atau attending ( menerima atau memperhatikan)
2. Responding (menanggapi) mengandung arti “adanya partisipasi aktif”
3. Valuing (menilai atau menghargai)
4. Organization (mengatur atau mengorganisasikan)
5. Characterization by evalue or calue complex (karakterisasi dengan suatu nilai atau komplek nilai)

Selanjutnya “Psikomotori” berkaitan dengan keterampilan (skill)

Skill adalah kemampuan bertindak setelah seseorang menerima pengalaman belajar tertentu.

Hasil belajar psikomotor ini sebenarnya merupakan kelanjutan dari hasil belajar kognitif (memahami sesuatu) dan dan hasil belajar afektif (yang baru tampak dalam bentuk kecenderungan-kecenderungan berperilaku).

Psikomotor adalah berhubungan dengan aktivitas fisik, misalnya lari, melompat, melukis, menari, memukul, dan sebagainya.

Hasil belajar keterampilan (psikomotor) dapat diukur melalui:
(1) pengamatan langsung dan penilaian tingkah laku peserta didik selama proses pembelajaran praktik berlangsung,
(2) sesudah mengikuti pembelajaran, yaitu dengan jalan memberikan tes kepada peserta didik untuk mengukur pengetahuan, keterampilan, dan sikap,
(3) beberapa waktu sesudah pembelajaran selesai dan kelak dalam lingkungan kerjanya.

UHTS adalah sebuah praktek yang memberikan ruang dan waktu kepada kogitif, afektif dan psikomotirik untuk menyanyikan satu lagu dengan irama, kecepatan, saat start dan selesai, serta dengan pitch yang saling melengkapi. Tidak ada yang “off pitch”, tidak ada yang terlalu cepat atau terlalu lambat. Semua berfungsi serasi dan seimbang.

Untuk itu UHTS menekankan pertama-tama kepada olah pemikiran. Cara yang disarankan ialah dengan melaksanakan “Six Healing Sounds” setelah membiasakan diri dengan “Inner Smile” [berlanjut]